Lumajang, GESAHKITA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya untuk mewujudkan target net zero emission (NZE) pada tahun 2060, bahkan berupaya mempercepatnya menjadi tahun 2050.

Adapun cara mewujudkan komitmen ini dengan menanam ribuan bibit pohon di Kabupaten Lumajang untuk memperkuat daya dukung alam.

- Advertisement -

“Momen ini menjadi wujud komitmen dan sinergisitas Pemprov Jatim bersama seluruh elemen untuk terus cinta alam agar tercipta daya dukung alam dan lingkungan,” kata Khofifah saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia Tahun 2025 di Bumi Perkemahan Glagah Arum, Kabupaten Lumajang, Jumat.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah bersama Bupati Lumajang Indah Amperawati dan berbagai elemen masyarakat menanam sebanyak 5.000 bibit pohon.

Khofifah mendorong masyarakat agar tidak hanya melakukan kebiasaan menanam pohon pada Hari Menanam Pohon Nasional, tetapi juga di berbagai kesempatan.

Ia bahkan mengajak masyarakat untuk mengkonversi bunga papan pada acara seremonial menjadi pohon hidup.

“Oleh sebab itu, saya mengajak semua yang biasa ada acara atau seremoni dimana biasanya bunga papan, bisa dikonversi menjadi pohon hidup. Sehingga, hidup itu menghidupkan, urip gawe urup,” katanya.

Khofifah meyakini bahwa dengan kerja keras bersama yang lebih masif, Jawa Timur bisa memenuhi target NZE 2060, bahkan mampu mempercepatnya pada tahun 2050.

Untuk mencapai target tersebut, Khofifah sering mengajak penanaman mangrove karena kemampuannya menyerap karbondioksida lima kali lebih banyak.

“Apa yang diharapkan adalah apa yang kita tanam akan menjadi amal jariah bagi kita dan yang lain. Atau bisa disebut Sedekah Oksigen yang paling alami dan bisa kita lakukan bersama-sama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyerahkan bantuan Alat Ekonomi Produktif (AEP) Pengolah Gula Kelapa dan AEP lainnya, serta 484.743 batang pohon kepada puluhan Kelompok Tani Hutan (KTH) dari Kabupaten Lumajang, Probolinggo, Jember, Pasuruan, Situbondo, dan Banyuwangi.

Dukungan bagi KTH merupakan upaya hilirisasi komoditas agar memperoleh nilai tambah optimal. Sebagai hasilnya, catatan Nilai Tukar Ekspor (NTE) KTH Jatim masih yang tertinggi secara nasional pada tahun 2025, yakni sebesar Rp1,6 triliun (setara dengan 48,29% NTE Nasional sebesar Rp3,36 triliun).

Terakhir, Gubernur Khofifah mengimbau masyarakat untuk selalu siap dan waspada di tengah ancaman bencana hidrometeorologi di penghujung tahun dengan rutin memperbarui informasi dari BMKG maupun pihak-pihak lain.