Warga RT.06 Macan Lindungan Kecewa Pembangunan Talud APBD 2025 Senilai 500 Juta, Setengah Jalan Berhenti Walikota Diminta Turun tangan

PALEMBANG, GESAHKITA—-Warga RT.06 Macan Lindungan Kecewa Pembangunan Talud APBD 2025 Senilai 500 Juta, Setengah Jalan Berhenti Walikota Diminta Turun tangan

- Advertisement -

Proyek Talud Pembangunan DAM / Tembok Penahan Sungai di RT. 06 RW. 05 Kel. Bukit Baru Kec. Ilir Barat I, Kota Palembang dikeluhkan masyarakat sebab Talud yang selama ini sangat dinantikan dan akhirnya tahun 2025 ini baru direstui dianggarkan lalu dibangun namun sial nya ternyata berhenti begitu saja alias mangkrak.

Dari laman LPSE Kota Palembang Proyek Talud Pembangunan DAM / Tembok Penahan Sungai di RT. 06 RW. 05 Kel. Bukit Baru Kec. Ilir Barat I, Kota Palembang.

 

Sumber APBD Kota Palembang TA 2025
Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Jenis Pengadaan Pekerjaan Konstruksi, Nilai Pagu Paket Rp. 500.000.000,00 Nilai HPS Paket Rp. 499.298.000,00.

Kemudian meskipun di lokasi pembangunan tidak dipasang papan informasi proyek namun laman LPSE menulis CV.ANUGRAH RIZKY BERSAMA Beralamat di JALAN S. PARMAN LR. SUKA MELATI III NO 2742 – Palembang (Kota).

Masih menurut Laman LPSE juga menulis URAIAN PEKERJAAN yakni :
Kegiatan : Pembangunan Talud Pembangunan DAM / Tembok Penahan Sungai di RT. 06 RW. 05 Kel. Bukit Baru Kec. Ilir Barat I, Kota Palembang.

Pekerjaan ini dilaksanakan dalam 3 item Pekerjaan, yang terdiri dari :
1. Pekerjaan Persiapan
– Sewa Gudang untuk menyimpan peralatan, bahan dan material
– Papan Nama Pekerjaan, adapun ukurannya yaitu ±80 X 100 cm
– Pengukuran Awal,Pengambilan data Lapangan.

2. Pekerjaan saluran Air
– Galian tanah biasa, galian untuk persiapan lahan buat pasangan batu
– Pekerjaan pemasangan batu kali sepanjang 224,7M’ tinggi 2 M. Pekerjaan
dimulai dari persiapan pemasangan cerucuk, pemasangan kisdam,
Pengeringan/Pengurasan air pada lokasi pekerjaan (apabila dilokasi terdapat
genangan air) dilanjutkan Pekerjaan Plesteran
3. Pekerjaan Lain-lain
– Penerapan SMKK ( Pemakaian peralatan keselamatan kerja di lapangan) Palembang, 21 Oktober 2025.

Uraian pekerjaan tersebut ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen
Bidang SDA-ILDinas Pekerjaan umum
Dan Penataan Ruang Kota Palembang
Inisial DS.

Salah seorang Tokoh masyarakat inisial SK saat dibincangi di lokasi mengaku kecewa dengan keputusan kontraktor yang menghentikan pekerjaan begitu saja, padahal pekerjaan belum tuntas.

SK mengaku mengetahui seharusnya panjang Proyek Talud tersebut 317 Meter namun mereka menghentikan pekerjaan nya pada meter ke 137.

SK yang dikenal warga selaku pelaku UMK dan mantan Pejabat PU di salah satu Kabupaten ini, sedikit banyak mengetahui teknis pekerjaan hingga administrasi proyek.

SK menjelaskan bahwa dirinya juga sudah menghitung Volume pekerjaan Talud tersebut dirinya nilai terlalu banyak kekurangan.

“Cerucuk tidak dipasang, tinggi kurang dari 2 meter dan masih banyak lagi kurangnya,” ucapnya.

“Daerah kami ini rawan banjir jadi Talud ini sangat kami butuhkan sebagai jalan air biar cepat kering mas,” kata SK.

Lanjutnya, “Saya tidak mengancam akan melaporkan proyek ini, cuman kan proyek ini didepan mata kita, padahal kita punya pengetahuan untuk mencegah seseorang berbuat kecurangan rasa nya kita juga turut berdosa mas,” tegas SK mengakhiri perbincangan.

Di tempat yang sama BM warga RT.06 juga kecewa dengan kontraktor dan mempertanyakan ketegasan PPK Proyek Talud tersebut.

Menurut BM dirinya tidak pernah melihat pejabat PU Kota Palembang di Lokasi proyek Talud tersebut.

“Jika proyek yang longgar pengawasan seperti ini Mas biasa nya ya seperti ini, belum selesai berhenti bekerja nya, namun mereka masih tetap dibayar,” ucap BM.

BM yang dikenal warga aktif di berbagai organisasi ini, menilai “persengkongkolan” bakal terjadi di proyek Talud ini.

Sebab itu dirinya berinisiatif akan melaporkan ke Walikota Palembang akan hal yang mengarah pada kecurangan ini.

“Saya tidak Segan akan melaporkan ke pak wali soal ini,”tutup nya.

Sementara itu PPK yang ditugaskan mengawasi proyek dengan menggunakan uang hasil pajak rakyat ini belum bisa dikonfirmasi akan hal ini.

Dan juga kontraktor selaku penyedia jasa belum juga bisa dihubungi hingga berita ini diterbitkan.(Red)