Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mencatat sebanyak 49.755 wisatawan mengunjungi kawasan Bromo selama periode libur Natal dan Tahun Baru (20–30 Desember 2025).
Gunung Bromo tetap menjadi magnet utama bagi para pelancong yang menghabiskan waktu libur akhir tahun.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, merinci bahwa mayoritas pengunjung merupakan wisatawan domestik.
-
Wisatawan Nusantara (WNI): 49.084 orang (98,61%).
-
Wisatawan Mancanegara (WNA): 671 orang (1,39%).
Data pintu masuk menunjukkan bahwa Jemplang (Kabupaten Malang) menjadi jalur paling favorit dengan 19.576 pengunjung.
Jalur lainnya meliputi Cemorolawang (14.522 orang), Penanjakan/Wonokitri (12.257 orang), dan Senduro/Ranu Regulo (3.253 orang).
Untuk mengantisipasi lonjakan yang mencapai puncaknya pada 27 Desember, pengelola menambah kuota kunjungan sebanyak 1.000 orang per hari. Kebijakan ini meningkatkan kapasitas total dari 2.752 menjadi 3.752 orang.
“Kami menambah kuota 1.000 orang hingga pukul 05.00 pagi. Setelah jam tersebut, kami menambah lagi 1.000 orang karena banyak pengunjung yang sudah keluar dari kawasan,” jelas Rudijanta, Kamis (1/1).
Selain jumlah orang, mobilitas kendaraan di kawasan TNBTS juga meningkat tajam. Tercatat sebanyak 11.102 unit jip wisata, 8.537 kendaraan roda dua, dan 93 sepeda memasuki kawasan selama periode tersebut.
Pihak TNBTS mengimbau wisatawan untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang kerap terjadi di pegunungan.
Pengelola juga meminta pengunjung mematuhi seluruh aturan konservasi demi menjaga kelestarian alam dan kenyamanan bersama.










