Sidoarjo, GESAHKITA – Terminal Purabaya (Bungurasih) mencatat penurunan pergerakan penumpang yang cukup signifikan selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Akumulasi penumpang periode 18-28 Desember 2025 menyusut 7 persen menjadi 402.137 orang, dibandingkan periode tahun sebelumnya yang mencapai 429.562 orang.
Plh Wassatpel Terminal Tipe A Purabaya, Verie Sugiharto, mengidentifikasi mepetnya jarak antara libur Nataru dengan Hari Raya Idul Fitri sebagai penyebab utama lesunya arus penumpang.
Masyarakat cenderung menahan diri untuk melakukan perjalanan jauh di akhir tahun demi mengalokasikan anggaran mudik lebaran.
“Jaraknya semakin dekat dengan Idul Fitri, itu yang membuat kemungkinan penumpang sekalian menunggu libur Lebaran saja,” jelas Verie kepada awak media, Kamis (1/1/2026).
Selain faktor ekonomi, pergeseran pola perjalanan turut memengaruhi keterisian bus. Saat ini, banyak warga lebih memilih destinasi wisata jarak pendek menggunakan kendaraan pribadi ketimbang transportasi umum luar kota.
Maka wajar bila penurunan jumlah penumpang berdampak langsung pada operasional kendaraan. Berikut datanya:
-
Armada Bus: Beroperasi sebanyak 22.246 bus, turun dari angka sebelumnya 25.021 bus.
-
Penurunan Tercuram: Terjadi pada 28 Desember dengan kemerosotan mencapai 35 persen dalam satu hari.
Menyikapi fenomena ini, pengelola Terminal Purabaya tidak tinggal diam. Mereka mendorong perusahaan otobus (PO) untuk bertransformasi menyediakan armada yang lebih modern dan nyaman. Penyediaan fasilitas premium seperti bus super executive hingga bus sleeper menjadi strategi utama untuk memikat kembali minat masyarakat menggunakan layanan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Pihak pengelola juga memastikan pengawasan ketat terhadap operasional armada dan terus berkoordinasi dengan pihak PO guna menjamin layanan tetap berkualitas meskipun volume penumpang melandai.










