GESAHKITA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur memasuki babak baru pada tahun 2026 dengan penguatan peran strategis sebagai ibu kota politik.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa tahun ini menjadi titik awal pembangunan kompleks lembaga negara di luar sektor eksekutif.
Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025, arah pembangunan IKN kini bergeser dari penyediaan infrastruktur dasar menuju penguatan fungsi sebagai pusat pemerintahan dan inovasi digital nasional. Pada tahap II ini, proyek difokuskan pada sektor legislatif dan yudikatif, meliputi:
-
Gedung DPR/MPR RI: Saat ini telah memasuki tahap pematangan lahan serta konstruksi struktur utama.
-
Kompleks Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi: Dirancang menggunakan konsep bangunan pintar (smart building) yang terintegrasi langsung dengan Istana Wakil Presiden.
Progres Infrastruktur dan Hunian
Basuki merinci sejumlah capaian signifikan pada beberapa proyek vital yang ditargetkan rampung tahun ini:
-
Istana Wakil Presiden: Kemajuan pembangunan telah mencapai 96,28% dan ditargetkan beroperasi penuh pada kuartal pertama 2026.
-
Hunian TNI/Polri: Progres fisik mencapai 93,53% dengan target penyelesaian total pada pertengahan 2026.
-
Rumah Susun ASN: Pengerjaan 15 paket fisik hunian ASN tahap dua mulai dilaksanakan guna mendukung kehidupan urban di IKN.
Pembangunan pada 2026 ditopang oleh struktur finansial yang kuat, yang melibatkan partisipasi besar dari sektor non-APBN.
Total investasi swasta murni tercatat sebesar Rp66,5 triliun, sementara skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) menyumbang Rp158,73 triliun.
Di sisi lain, APBN tetap dialokasikan secara konsisten sebagai stimulan bagi pembangunan infrastruktur utama.










