Surabaya, GESAHKITA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan pertemuan strategis dengan Konsul Jenderal (Konjen) RRT, Ye Su. Sabtu (3/1/2026).
Pertemuan ini bertujuan mempererat kerja sama di sektor pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan volume perdagangan antarwilayah.
Dalam sektor pendidikan, Khofifah menekankan pentingnya transisi efektif dari pendidikan menengah ke perguruan tinggi.
Ia juga menyoroti prestasi siswa Jawa Timur yang konsisten menjadi yang tertinggi dalam penerimaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) secara nasional sejak 2020 hingga 2025.
Untuk mendukung daya saing global, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengandalkan enam sekolah berasrama yang didesain khusus mencetak calon pemimpin masa depan.
Khofifah berharap siswa dari sekolah-sekolah unggulan ini dapat memanfaatkan peluang beasiswa internasional ke Tiongkok.
Selain beasiswa, kerja sama juga mencakup pelatihan bagi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan pengembangan manufaktur.
Di bidang ekonomi, Jawa Timur memamerkan kekuatan industri manufakturnya yang menyumbang 31,16 persen pada triwulan III 2025, angka yang melampaui rata-rata nasional. Salah satu komoditas yang menjadi prioritas ekspor adalah sarang burung walet.
“Sarang burung walet adalah peluang besar bagi Jawa Timur. Kami optimistis ekspor ke Tiongkok dapat ditingkatkan melalui kepatuhan terhadap standar karantina dan kerja sama yang kuat,” ujar Khofifah.
Konjen RRT, Ye Su, mengapresiasi komitmen tinggi Pemprov Jatim dalam membangun SDM.Selain itu, Ye Su juga menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk memperluas kolaborasi.










