GESAHKITA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyiapkan Garuda Spark sebagai strategi utama untuk menghidupkan kembali kepercayaan dan daya tahan ekosistem startup nasional di tengah tantangan berat industri digital.
Program ini diposisikan sebagai hub kolaborasi konkret yang mempertemukan startup, investor, pemerintah, akademisi, dan komunitas dalam satu ruang terbuka.
Menkomdigi Meutya Hafid menjelaskan bahwa Bandung dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki modal kreativitas dan talenta yang matang.
Sejak diluncurkan pada 27 September 2025, Garuda Spark Bandung telah mengurasi serta mendampingi 10 startup baru yang sebagian sudah diperkenalkan ke publik.
“Yang kami dorong pertama adalah confidence level. Garuda Spark hadir untuk memastikan startup tidak berjalan sendiri,” ujar Meutya Hafid di Bandung, Senin (5/1/2026).
Garuda Spark merupakan bagian dari strategi nasional transformasi digital “3T lanjutan”. Dalam skema ini, startup ditempatkan sebagai motor utama pada aspek “tumbuh” untuk memastikan ruang digital diisi oleh inovasi produktif. Pemerintah berkomitmen menjadi mitra strategis, bukan sekadar regulator, guna membangun kebangkitan ekosistem yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Pemerintah menargetkan penciptaan 12 juta talenta digital nasional pada tahun 2030. Dari jumlah tersebut, Garuda Spark Innovation Hub diharapkan menyumbang:
-
4 Juta Penerima Manfaat: Terdiri dari talenta digital dan teknopreneur baru.
-
Perluasan Wilayah: Setelah Bandung dan Jakarta, program ini akan menyasar beberapa daerah lain di luar Pulau Jawa.
Melalui inisiatif ini, Kemkomdigi optimis ekosistem digital Indonesia dapat tetap kompetitif meskipun laporan menunjukkan tahun 2025 merupakan periode yang menantang bagi startup di kawasan ASEAN.










