GESAHKITA – Ratusan pimpinan Perguruan Tinggi menyepakati Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026. Langkah ini bertujuan menyelaraskan pengelolaan kampus dengan visi besar Indonesia Emas 2045.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyaksikan langsung prosesi penandatanganan tersebut pada Senin (5/1/2026).
“Kita punya peran masing-masing untuk berjuang lebih keras lagi dalam melahirkan terobosan baru, membangkitkan industri maju, dan melakukan hilirisasi penelitian. Dengan kebersamaan, kita bisa membentuk satu orkestra nasional yang saling mengisi dan berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto melalui keterangan di Jakarta, Selasa (06/01/2026).
Mendiktisaintek menegaskan bahwa kontrak ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan panduan agar seluruh institusi pendidikan tinggi bergerak serempak. Menurutnya, potensi besar Sumber Daya Manusia (SDM) di kampus harus dikelola secara konsisten dan berintegritas guna menghasilkan riset kuat serta hilirisasi inovasi yang memacu pertumbuhan ekonomi.
Brian juga meminta kampus terus menciptakan terobosan, menjaga mutu pendidikan, serta memperkuat peran dosen sebagai ujung tombak pencetak talenta masa depan. Pemerintah pun berkomitmen memperhatikan kesejahteraan dosen melalui insentif riset dan penguatan ekosistem penelitian.
“Indonesia memiliki lebih dari 4.400 perguruan tinggi, lebih dari 300.000 dosen, dan hampir 10 juta mahasiswa. Dampak ekonomi, sosial, dan terhadap lingkungannya besar selama prosesnya. Kami berharap akan dapat terus diperbesar dan memberikan multiplier effect,” ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto.
Kemdiktisaintek kini mendorong skema pendanaan penelitian yang lebih adil untuk meningkatkan produktivitas. Salah satu kebijakan barunya adalah mengizinkan penggunaan dana hibah penelitian dari APBN DIPA Kemdiktisaintek untuk honorarium peneliti hingga maksimal 25 persen.
Mendiktisaintek berharap riset kampus mampu menjawab tantangan nyata dan mendukung kebangkitan industri berbasis sains serta teknologi. Kontrak kinerja ini pun mencakup komitmen penguatan Tridarma, inovasi, serta kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan nasional.










