GESAHKITA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mulai memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Patra Niaga untuk menjamin ketersediaan energi menjelang bulan Ramadhan. Pemerintah mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM dan LPG yang diprediksi terjadi pada pertengahan Februari mendatang.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menegaskan bahwa fokus utama koordinasi ini meliputi ketahanan stok, layanan, serta kelancaran distribusi selama periode Ramadhan dan Idul Fitri.
“Ini upaya BPH Migas bersama-sama dengan Pertamina, Pertamina Patra Niaga dalam rangka tetap mengamankan (kebutuhan masyarakat) di kegiatan nasional yaitu Lebaran,” ujar Wahyudi di Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (7/1/2026).
Rapat koordinasi yang juga dihadiri Komisaris PT Pertamina (Persero) Condro Kirono dan Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Eko Ricky.
Secara khusus membahas kuota Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP).
Wahyudi memastikan pihaknya akan menjaga mekanisme distribusi, baik di fuel terminal maupun SPBU, agar tidak terjadi kelangkaan.
“Ini agar semuanya nanti tidak terjadi antrean maupun kekurangan BBM di masyarakat ketika agenda Hari Raya Idul Fitri,” tegasnya. Ia juga menjadwalkan rapat khusus pada akhir bulan ini untuk mengintegrasikan penyaluran BBM dengan stok yang ada.
Peningkatan Stok (Build-up Stock)
Pertamina Patra Niaga saat ini masih memonitor kondisi stok nasional pasca-arus balik Natal dan Tahun Baru. Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky, menyatakan pihaknya segera melakukan penambahan stok (build-up stock) untuk menyambut bulan puasa.
“Kita upayakan nanti pada saat Ramadhan-Idul Fitri. Khususnya sebelum Ramadhan, atau di awal Februari. Kondisinya sudah aman secara stok nasional sampai di terminal,” kata Eko.
Pemerintah menargetkan seluruh terminal BBM sudah berada dalam kondisi aman sebelum memasuki minggu pertama Februari guna menjamin kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan suci.










