GESAHKITA – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memperkuat ekosistem Jaminan Produk Halal (JPH) nasional dengan menandatangani tujuh kerja sama strategis. Langkah ini bertujuan menjadikan standar halal sebagai instrumen utama pertumbuhan ekonomi nasional, melampaui sekadar kepatuhan regulasi.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa transparansi dalam proses halal membangun kepercayaan (trustability) dan ketertelusuran (traceability) produk. “Ketika halal menjadi standar, maka halal akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Haikal di Manado, Kamis (8/1/2026).

Daftar 7 Mitra Strategis BPJPH
BPJPH menjalin kolaborasi melalui Nota Kesepahaman (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan Recognition Agreement dengan entitas berikut:
-
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP): Fokus pada sektor strategis kelautan.
-
Good Fortune Halal Certification Service (Qingdao) Co., Ltd.: Kerja sama lintas negara.
-
UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi: Penguatan akademisi.
-
Universitas Padjadjaran: Pengembangan riset halal.
-
Universitas Indonesia Halal Training Center: Pusat pelatihan SDM.
-
Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI): Pemberdayaan pengusaha lokal.
-
PT Indonesian Cloud: Digitalisasi infrastruktur halal.
BPJPH juga menyerahkan Sertifikat Akreditasi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) kepada Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan. Penyerahan ini memperkuat infrastruktur sertifikasi pada sektor perikanan untuk meningkatkan daya saing produk laut Indonesia di pasar global.
Haikal menambahkan bahwa kolaborasi ini sangat krusial untuk mendampingi jutaan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). “Kita membutuhkan jutaan pendamping halal untuk mendorong puluhan juta pelaku UMK,” tegasnya.
Penguatan ekosistem halal ini mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan kesejahteraan rakyat dan kemandirian ekonomi. Sistem JPH melindungi konsumen dalam negeri sekaligus mempermudah produk lokal menembus pasar internasional.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu KKP, Ishartini, menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, pemanfaatan laboratorium pengujian dalam sertifikasi halal akan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kualitas produk perikanan Indonesia.










