Pasuruan, GESAHKITA – Kabupaten Pasuruan mengukuhkan posisinya sebagai lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Kecamatan Puspo menjadi salah satu pusat produksi utama melalui KUD Sembada, yang saat ini mengelola 30 ton susu segar setiap hari.

Ketua KUD Sembada, Purwo Budi Setyawan, menjelaskan bahwa pasokan tersebut berasal dari 2.700 peternak yang tersebar di tujuh desa, yakni Puspo, Jimbaran, Keduwung, Kemiri, Palangsari, dan Janjang Wulung. Desa Jimbaran dan Janjang Wulung tercatat sebagai penyumbang volume susu terbanyak.

- Advertisement -

KUD Sembada menerapkan Standart Operasional Prosedur (SOP) yang ketat untuk menjaga kualitas produk sebelum dikirim ke Industri Pengolahan Susu (IPS) besar seperti Ultra Jaya di Bandung dan Indolakto.

  • Kualitas Kandungan: Perbandingan berat jenis dengan lemak (total solid) konsisten di atas 12%.

  • Keamanan Pangan: Jumlah bakteri (total plate count) terjaga di bawah 1 juta per 10 ml susu.

  • Fasilitas: Susu dikumpulkan melalui 12 pos penampungan dan langsung didinginkan dengan suhu tertentu untuk menjaga kesegaran.

“Kami menekankan kepada peternak bahwa kami tidak sekadar membeli susu, melainkan membeli kualitas,” tegas Setyawan, Jumat (9/1/2026).

Sementar itu, untuk mendongkrak produksi dari 30 ton menjadi 40 ton per hari, KUD Sembada menjalankan dua strategi utama:

  1. Investasi Ternak: Bekerja sama dengan Bank Jatim melalui pinjaman sebesar Rp18 miliar untuk pengadaan 700 ekor sapi baru.

  2. Sistem Gado: Menerapkan kerja sama dengan peternak di mana anak sapi pertama menjadi milik koperasi, dan anak kedua menjadi milik peternak secara bergantian.

Selain memenuhi kebutuhan industri nasional, KUD Sembada tetap memprioritaskan ketersediaan susu segar bagi warga lokal dan pasar di luar wilayah Pasuruan guna mendukung kecukupan gizi masyarakat.