Pasuruan, GESAHKITA – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pasuruan memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Rabu (14/1/2026).
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, memimpin langsung acara yang dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Temi Triwidya Sasongko serta para jajaran Kepala OPD perempuan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Refleksi Kualitas Ibadah
Mengusung tema ”Isra’ Mi’raj Membangun Kedekatan dengan Allah SWT melalui Sholat”, Merita menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan ruang refleksi bagi kualitas ibadah personal.
“Harapannya, kita semua dapat merefleksikan kembali kualitas sholat kita, serta mengimplementasikan nilai-nilai sholat dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat, sejalan dengan tema yang kita usung hari ini,” ujar istri Bupati Rusdi Sutejo tersebut.
Peran Strategis Perempuan dalam Rumah Tangga
Merita mengajak kaum ibu untuk memperkuat peran mereka sebagai pilar utama dalam membina karakter keluarga yang religius.
“Karena ibu itu punya peran yang sangat luar biasa dalam rumah tangga. Mengajak anaknya rajin beribadah, menjaga hubungan baik dengan siapa saja, dan menjaga keutuhan keluarga. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah, dan keberkahan kepada kita semua,” tuturnya.

Pesan Dakwah: Sholat adalah Pondasi
Hadir sebagai penceramah, KH Usman Yunus memberikan pesan mendalam mengenai urgensi sholat lima waktu. Ulama asal Pasuruan ini mengingatkan jamaah agar tidak meremehkan ibadah wajib tersebut.
“Kalau ingin menjadi manusia seutuhnya dan diridhoi oleh Allah SWT. Jangan pernah main-main dengan sholat. Saking pentingnya sholat sampai Nabi Muhammad SAW sendiri yang diundang oleh Allah SWT untuk melaksanakan perjalanan Isro’ dan Mi’roj,” tegas KH Usman.
Ia menambahkan bahwa integritas beragama seseorang tercermin dari kedisplinannya dalam menjaga sholat. “Jangan pernah tinggalkan sholat lima waktu. Ketika engkau tinggalkan, maka sama saja dengan meninggalkan agama. Jaga baik-baik sholat kita,” pungkasnya.










