Surabaya, GESAHKITA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya membukukan pertumbuhan signifikan pada layanan angkutan barang sepanjang tahun 2025.
Total volume angkutan mencapai 2.847.250 ton, melesat 38,18 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang tercatat sebesar 2.060.529 ton.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyatakan bahwa tren positif ini mencerminkan tingginya kepercayaan pelanggan terhadap moda transportasi kereta api yang andal dan aman.
“Kami akan terus berinovasi dan mempersiapkan strategi-strategi andalan di tahun 2026 untuk terus mendukung peningkatan kebutuhan pelanggan angkutan barang menggunakan kereta api,” ujar Mahendro, Rabu (14/1/2026).
Sementara untuk kenaikan volume angkutan ini didukung oleh beberapa langkah strategis yang dilakukan Daop 8 Surabaya:
-
Ekspansi Layanan: Peningkatan frekuensi perjalanan dan perluasan rute layanan di Pulau Jawa.
-
Efisiensi Rangkaian: Optimalisasi jumlah gerbong dalam satu rangkaian kereta.
-
Keandalan Operasional: Menjamin ketepatan waktu pengiriman karena terbebas dari kendala kemacetan jalan raya.
-
Keamanan Ketat: Penerapan SOP pengawalan dan pemeriksaan rutin di setiap titik pemberhentian.
Selain unggul dalam kapasitas angkut yang besar, kereta api menjadi garda terdepan dalam mendukung target Net Zero Emission 2060.
Saat ini, layanan Daop 8 Surabaya telah menghubungkan kawasan industri strategis dengan pelabuhan dan pusat distribusi nasional di berbagai wilayah Pulau Jawa.
Memasuki tahun 2026, KAI Daop 8 Surabaya memasang target ambisius dengan rata-rata volume angkutan barang harian sebesar 8.292 ton. Mahendro optimis kinerja logistik berbasis rel akan terus tumbuh seiring meningkatnya permintaan distribusi yang cepat dan berkelanjutan.
“KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan nasional melalui layanan transportasi barang berbasis kereta api yang profesional dan berorientasi pada kepuasan pelanggan,” tutup Mahendro.










