Pasuruan, GESAHKITA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan ruang kelas baru (RKB), ruang makan, dan asrama SMAN Taruna Madani Jawa Timur pada Kamis (15/1/2026). Selain fasilitas asrama, Gubernur juga meresmikan hasil rehabilitasi dan revitalisasi puluhan SMA/SMK Negeri dan Swasta di wilayah Pasuruan serta Probolinggo.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur ini bertujuan memperkuat ekosistem pembelajaran. “Jika suasana belajar mengajar semakin nyaman (convenient), maka output prestasinya juga akan meningkat. Ini adalah bagian dari program besar peningkatan kualitas SDM Jawa Timur,” tegasnya.
Detail Anggaran dan Sebaran Revitalisasi
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran besar untuk memperbaiki mutu layanan pendidikan di dua wilayah tersebut:
| Wilayah | Jumlah Satuan Pendidikan | Rincian Sekolah | Total Anggaran |
| Pasuruan | 15 Sekolah | 6 SMA, 6 SMK, 3 SLB | Rp16,33 Miliar |
| Probolinggo | 6 Sekolah | 5 SMA, 1 SLB | Rp7,38 Miliar |
Pengembangan SMAN Taruna Madani ke Depan
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa Gubernur telah menginstruksikan pembangunan laboratorium baru tahun ini. Jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat, Pemprov berencana menambah RKB dan membangun masjid di lingkungan sekolah.
“Seluruh kegiatan rehabilitasi dilaksanakan secara serentak dan akuntabel. Fokus utama kami adalah meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan mutu pelayanan bagi siswa maupun guru,” jelas Aries.
Sementara itu, Gubernur berharap sekolah unggulan berbasis asrama seperti SMAN Taruna Madani dapat tersebar merata di seluruh Jatim. Sekolah ini memang diprioritaskan untuk warga lokal dengan komposisi kuota:
-
Siswa Jawa Timur: 80% (Prioritas utama pembinaan SDM handal).
-
Siswa Luar Jawa Timur: Maksimal 20%.
Usai menghadiri acara bersama jajaran Forkopimda Pasuruan, Gubernur Khofifah langsung meninjau fasilitas baru serta menyalurkan bantuan dan santunan kepada para tukang becak di Bangil.










