Pasuruan, GESAHKITA – Curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem sejak Sabtu (17/1/2026). Ribuan rumah warga di tiga kecamatan di Kabupaten Pasuruan terendam banjir. Wilayah yang terdampak paling parah meliputi Kecamatan Nguling, Winongan, dan Grati.
BPBD Kabupaten Pasuruan mencatat banjir dipicu oleh meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Lawean dan DAS Rejoso akibat tingginya debit air dari hulu yang diperparah kondisi laut yang sedang pasang.
Rincian Wilayah Terdampak
| Kecamatan | Desa/Dusun Terdampak | Jumlah Dampak | Ketinggian Air |
| Nguling | Desa Mlaten (Dusun Pesisir, Krajan, Buyuk) | 651 Rumah | – |
| Desa Penunggul (Dusun Sawahan & Pesisir) | 370 KK | 50-60 cm | |
| Desa Nguling | 340 Rumah | – | |
| Winongan | Desa Bandaran | 380 KK | – |
| Desa Winongan Lor, Kidul, & Prodo | 295 KK | – | |
| Grati | Desa Kalipang, Kedawungkulon, & Kedawungwetan | (Dalam Pendataan) | – |
Penyebab dan Kondisi Terkini
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa fenomena cuaca ekstrem beberapa hari terakhir menjadi faktor utama kegagalan sungai menampung air.
“Hujan lebat disertai angin kencang terjadi sejak sore sampai malam. Cuaca memang ekstrim sekali beberapa hari terakhir, sampai DAS Lawean dan DAS Rejoso tidak mampu menampung debit air yang cukup besar,” urainya.
Meskipun genangan di beberapa dusun mulai surut, BPBD tetap mewaspadai potensi banjir susulan yang mungkin lebih besar jika hujan deras kembali mengguyur wilayah Pasuruan.
“Semoga tidak terjadi,” singkatnya.










