Palembang, Gesahkita.com – Innalillahi Wainnailaihi Rojiun, Kabar duka datang dari dunia Jurnalistik dan pergerakan di Sumatera Selatan.
Tokoh tersebut adalah Arjeli pimpinan dari media gesahkita.com, sekaligus mentor bagi banyak aktivis di Sumatera Selatan.
Bagi banyak insan pers, Arjeli bukan sekadar pemimpin redaksi. Ia adalah penuntun, penjaga etika, dan figur yang teguh memegang prinsip jurnalistik di tengah derasnya arus informasi dan tekanan kepentingan. Ketegasannya dalam bekerja selalu diimbangi dengan kebijaksanaan dalam membimbing
Tidak meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagi dunia pers Sumsel, bahkan sosok Arjeli pun dianggap berjasa bagi Ruspanda Karibullah yang mengatakan bahwa Almarhum merupakan guru bagi rekan – rekan aktivis di Wahana Lingkungan Hidup (Walhi)
“Beliau orang baik, dan merupakan sosok guru tempat belajar bagi rekan – rekan di Walhi, terutama dalam mempelajari bahasa asing, semoga Almarhum mendapat tempat terbaik”, tutur Ruspanda Karibullah Anggota DPRD kota Palembang, Senin (19/01/2026).
Kabar wafatnya Arjeli Ss bin Syamsudin pertama kali menyebar melalui grup WhatsApp internal Gesahkita.com. Pesan singkat itu seketika mengheningkan suasana, menghadirkan rasa kehilangan yang mendalam di kalangan rekan sejawat.
Sebelumnya, Almarhum diketahui tengah menjalani perawatan medis. Meski banyak yang berharap kesembuhan, takdir berkata lain.
Dalam hitungan jam, kabar duka ini menyebar luas dan memicu gelombang belasungkawa dari wartawan lintas media, aktivis pers, hingga narasumber yang pernah bekerja dengannya.
Jejak Pengabdian yang Tak Terhapus Waktu
Lahir pada 10 Februari 1973, Arjeli Ss bin Syamsudin mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk dunia jurnalistik. Ia dikenal telaten, sabar, dan tanpa pamrih dalam membagikan ilmu kepada wartawan muda.
Banyak jurnalis menyebutnya sebagai “guru di luar kelas”. Tanpa buku teks formal, ia mengajarkan bagaimana menulis dengan nurani, meliput dengan integritas, dan bersikap berani tanpa kehilangan etika.
Di ruang redaksi, suaranya tegas namun tidak menakutkan. Kritiknya tajam, tetapi selalu disertai solusi. Ia percaya bahwa pers bukan sekadar alat informasi, tetapi pilar demokrasi yang harus dijaga martabatnya.
Duka yang Menyatu, Doa yang Mengalir
Wafatnya Arjeli bin Syamsudin bukan hanya kehilangan bagi Gesahkita.com, tetapi bagi seluruh ekosistem pers Sumatera Selatan. Banyak yang mengenangnya sebagai sosok rendah hati, pekerja keras, dan penjaga marwah profesi wartawan.
Redaksi menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga Allah Subhanahu Wata’ala mengampuni segala dosa dan khilaf Almarhum, menerima amal ibadahnya, serta menempatkannya di surga terbaik-Nya.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini.
Selamat jalan, Arjeli bin Syamsudin.
Jejakmu akan tetap hidup dalam setiap karya jurnalistik yang menjunjung kebenaran.(Redaksi Gesahkita.com )
- Advertisement -










