GESAHKITA – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya solusi jangka panjang dalam menangani banjir yang melumpuhkan jalur kereta api di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah. Hal tersebut ia sampaikan saat meninjau langsung titik terdampak pada Rabu (21/1/2026).

Menhub mencatat curah hujan ekstrem beberapa hari terakhir telah memicu luapan Sungai Bremi dan Sungai Meduri, yang merendam rel di Km 88+400 serta Km 88+900 hingga Km 89+100.

- Advertisement -

“Curah hujan yang terjadi saat ini memang relatif lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, penanganannya tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga harus dipikirkan untuk jangka panjang agar kejadian serupa dapat diantisipasi ke depan,” kata Dudy.

Setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Direksi KAI, Menhub menyimpulkan bahwa normalisasi jalur ini menuntut kerja sama multisektoral, terutama dalam pengelolaan aliran sungai di sekitar rel.

“Ada beberapa titik yang penanganannya melibatkan banyak pihak mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga kementerian dan lembaga lain yang berkaitan dengan lingkungan dan pengelolaan sungai,” tambahnya.

Selain itu, Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, memaparkan besarnya dampak banjir yang terjadi sejak 16 hingga 19 Januari 2026. Banjir tersebut memaksa KAI membatalkan ratusan perjalanan.

“Dampak tersebut menyebabkan 124 perjalanan kereta api penumpang terpaksa dibatalkan. KAI memberlakukan pengembalian bea tiket 100 persen bagi seluruh pelanggan terdampak pembatalan dengan batas waktu pengajuan hingga tujuh hari,” jelas Bobby.

Hingga saat ini, KAI melaporkan pemulihan operasional telah mencapai 85 persen. Meskipun tidak ada lagi pembatalan, sekitar 15 persen perjalanan masih mengalami keterlambatan karena kereta harus membatasi kecepatan saat melintasi area perbaikan.

“Pekerjaan perbaikan kami terus lakukan dan dipercepat. Kami berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga proses pemulihan dapat diselesaikan lebih cepat dan operasional perjalanan kereta api kembali normal sepenuhnya,” pungkas Bobby.