Gladi Posko Armuzna, Calon Petugas Haji 2026 Simulasikan Penanganan Krisis di Puncak Haji

Calon Petugas Haji

GESAHKITA – Calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M menggelar gladi posko operasional Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) di Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (28/1/2026). Simulasi ini bertujuan mempersiapkan petugas menghadapi fase paling kritis dan berat dalam seluruh rangkaian ibadah haji.

Dalam kegiatan ini, para peserta mempraktikkan skenario lapangan yang kompleks, mulai dari pengaturan pergerakan massa, distribusi konsumsi, hingga penanganan jamaah tersesat di tengah kepadatan.

- Advertisement -

Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Armuzna, Letkol Inf Surnadi, menegaskan bahwa operasional di Armuzna tidak menoleransi kesalahan sekecil apa pun. Ia mewajibkan setiap petugas memiliki mentalitas pemecah masalah yang responsif.

“Kegiatan yang disaksikan dalam gladi ini bertujuan agar petugas benar-benar memahami tugas dan fungsinya masing-masing. Di Armuzna, koordinasi adalah nyawa operasional,” ujar Surnadi saat memantau simulasi.

Petugas mendapat penekanan khusus untuk menangani jamaah lansia dan risiko tinggi (risti). Surnadi menginstruksikan agar petugas hadir memberikan solusi instan di lokasi kejadian.

“Prinsipnya, tidak boleh ada permasalahan yang dialami jamaah yang tidak ditemukan solusinya oleh petugas. Petugas haji harus hadir, responsif, dan menuntaskan masalah di tempat,” tegasnya.

Selain logistik, Surnadi mengingatkan tim Bimbingan Ibadah (Bimbad) untuk aktif mengawal ritual jamaah. Petugas harus memastikan jamaah tidak melewatkan waktu wukuf akibat kelelahan atau ketidaktahuan.

“Jangan sampai jamaah hanya duduk diam padahal sudah di Arafah. Petugas harus aktif membimbing mereka untuk berdoa, berdzikir, dan mengikuti prosesi wukuf dengan khidmat,” kata Surnadi.

Gladi posko ini menjadi pembekalan terakhir bagi calon petugas untuk mengasah kepekaan situasi sebelum bertugas langsung di Arab Saudi.