GESAHKITA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengebut pembangunan jembatan aramco di Kilometer 74, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Proyek ini ditargetkan tuntas dalam dua minggu ke depan guna mendukung mobilitas warga menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan kepastian tersebut saat meninjau langsung progres infrastruktur yang rusak akibat bencana alam November 2025 lalu.
“Alhamdulillah pengerjaan terus kita lakukan dan mungkin dua minggu lagi akan selesai,” kata Dody di Kabupaten Agam, Rabu (28/1/2026).
Awalnya, Kementerian PU hanya berencana membangun satu jembatan permanen. Namun, menyadari urgensi akses logistik dan tingginya mobilitas warga, Menteri PU menginstruksikan pembangunan tambahan jembatan bailey (jembatan rangka baja darurat) tepat di samping lokasi jembatan aramco.
Langkah ini bertujuan agar jalur penghubung vital antara Kabupaten Agam menuju Kota Bukittinggi dan Kota Padang segera pulih tanpa menunggu pengerjaan permanen selesai sepenuhnya.
“Waktu itu sih sebenarnya cuma hanya ada satu arahan untuk bikin jembatan permanen. Cuma saya lihat di sana banyak masyarakat yang terdampak jembatan putus, akhirnya saya minta kepala balai juga bikin jembatan bailey,” ujar Dody.
Selain itu, Kementerian PU juga memprioritaskan pemulihan akses ini karena Kilometer 74 merupakan satu-satunya jalur penghubung bagi warga di wilayah perbukitan Malalak. Tanpa jembatan ini, pasokan kebutuhan pokok dan mobilitas ekonomi masyarakat akan lumpuh total.
“Jadi, paling tidak pasokan dan urusan logistik untuk masyarakat di perkampungan di atas sana tidak terputus dulu,” tambahnya.










