Banyuwangi, GESAHKITA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah merampungkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Banyuwangi. Proyek strategis nasional era Presiden Prabowo ini bertujuan menciptakan ekosistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan dengan memadukan aktivitas perikanan dan sektor pariwisata.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik kehadiran KNMP yang lokasinya berdampingan dengan pusat kuliner Mandar.
“Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih ini menambah daya tarik pusat kuliner seafood, terima kasih pada pemerintah pusat yang terus mendukung pariwisata Banyuwangi,” ujar Ipuk, Sabtu (31/1/2026).
Selain itu, KNMP Banyuwangi menonjolkan identitas lokal dengan mengadopsi arsitektur rumah adat Suku Osing. Enam unit bangunan utama dalam kawasan ini menggunakan ornamen batik khas Gajah Oling, menciptakan perpaduan estetika modern dan kearifan lokal.
Dengan anggaran lebih dari Rp10 miliar, pemerintah melengkapi kawasan ini dengan berbagai infrastruktur pendukung:
-
Aktivitas Nelayan: Dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, stasiun pengisian bahan bakar (SPDN), dan pabrik es.
-
Hilirisasi Ekonomi: Unit pengolahan hasil laut dan balai pertemuan.
-
Pariwisata: Kawasan kuliner bahari baru yang terintegrasi.
Pelaksana Proyek, Rendra Kurnia, menjelaskan bahwa pembangunan fisik saat ini telah memasuki tahap penyempurnaan dan penataan kawasan.
“Kami perkirakan pembangunan KNMP Lateng Banyuwangi ini rampung pada pertengahan Februari mendatang,” kata Rendra.
KNMP Banyuwangi merupakan satu dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia. Melalui konsep ini, pemerintah berharap nelayan mampu memberikan nilai tambah pada hasil tangkapannya sebelum dipasarkan, sekaligus menjadikan kawasan pesisir sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru.







