GESAHKITA – Kepala Staf Kepresidenan (Kastaf) Muhammad Qodari mengapresiasi kinerja Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang berhasil melampaui target pembangunan perumahan nasional. Capaian ini melampaui target awal yang tertuang dalam RPJMN 2025-2029.
Qodari menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud nyata ikhtiar pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Tugas pemimpin adalah membuat yang lemah dan miskin agar tersenyum iso ngguyu,” ujar Qodari di Jakarta, Minggu (1/2/2026), mengutip amanat Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan Peraturan Menteri PKP Nomor 14 Tahun 2025, target perumahan untuk tahun 2025 sebenarnya dipatok pada angka 360.112 unit. Namun, realisasi di lapangan menunjukkan lonjakan signifikan hingga mencapai total 748.575 unit.
Berikut rincian kontribusi dari berbagai skema pembangunan:
| Kategori Pembangunan | Jumlah Unit |
| Pembangunan Baru | 579.403 unit |
| Peningkatan Kualitas | 169.172 unit |
| Kontributor Utama: | |
| – Pengembang | 362.582 unit |
| – Swadaya Masyarakat | 204.030 unit |
| – APBN Non-PKP | 10.926 unit |
| – Gotong Royong & APBN PKP | 1.865 unit |
Terobosan Pembiayaan dan Pengawasan Langsung
Qodari menilai capaian ini merupakan buah dari kerja kolektif yang tidak hanya mengandalkan APBN, tetapi juga mengoptimalkan berbagai peluang pembiayaan lain. Pemerintah terus memantau program seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) secara ketat.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan hunian yang layak, sehat, dan terjangkau, sehingga mereka dapat merasakan kehadiran negara secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.










