Utamakan Pelestarian Cagar Budaya, Dody Hanggodo Dukung Penuh Penataan Kawasan Mangkunegaran

Cagar Budaya, Kawasan Mangkunegaran

GESAHKITA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan kesiapan kementeriannya untuk menata Kawasan Mangkunegaran di Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Dukungan ini akan diberikan penuh selama seluruh proses penataan mengacu pada ketentuan pelestarian cagar budaya.

- Advertisement -

Pernyataan tersebut disampaikan Dody setelah menerima kunjungan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X Gusti Bhre, yang datang untuk membahas rencana penataan tersebut.

“Untuk proses teknis akan dikoordinasikan dengan Ditjen Cipta Karya sambil menunggu rekomendasi dari pihak-pihak terkait,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Ia kembali menegaskan perlunya prosedur lintas kementerian untuk memastikan seluruh penataan tetap berada dalam koridor pelestarian.

“Setelah ini kita akan meminta rekomendasi dari Menteri Kebudayaan Pak Fadli Zon karena urusan cagar budaya harus dikomunikasikan dengan beliau. Nanti teknisnya dikoordinasikan dengan tim dan diinformasikan kepada Dirjen Cipta Karya,” ujar Dody.

Dalam pertemuan tersebut, Dody dan Gusti Bhre melakukan pembahasan terkait rehabilitasi tiga komponen utama kawasan Mangkunegaran, yaitu Wangkawa, Pamedan, dan area Kavaleri.

Gusti Bhre menyampaikan bahwa kondisi beberapa bangunan inti di Mangkunegaran memerlukan perhatian khusus karena mengalami kerusakan yang tidak terlihat dari luar.

“Kami kemarin sudah melakukan diskusi dan evaluasi dengan tim Kementerian PU. Ada bangunan yang secara tradisi paling sakral dan selama ini belum pernah dievaluasi secara struktural. Untuk kawasan Kavaleri, kami mengusulkan perbaikan bangunan di dalam karena itu merupakan jantungnya,” katanya.

Gusti Bhre juga menegaskan bahwa perawatan di lingkungan Mangkunegaran bukan hanya bersifat fisik semata. Perbaikan ini memiliki dampak luas bagi masyarakat Surakarta.

“Kami merawat bangunan bukan hanya caring, tapi juga menyakralkan. Karena pendopo Mangkunegaran juga menjadi destinasi wisata utama di Surakarta, pusat kegiatan masyarakat dan pariwisata juga tersentralisasi di kawasan pendopo. Jadi kalau kita perbaiki, dampaknya juga cukup besar bagi pariwisata dan masyarakat,” ujarnya.