Surabaya, GESAHKITA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terus mendorong penguatan perlindungan, pemberdayaan, dan pemajuan perempuan di wilayahnya. Langkah ini bertujuan agar perempuan Jawa Timur dapat berperan optimal sebagai subjek utama dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Khofifah menjelaskan bahwa dari total 42,08 juta jiwa penduduk Jawa Timur pada tahun 2025, sebanyak 50,17 persen di antaranya adalah perempuan. “Jumlah ini menjadi kekuatan sekaligus tantangan besar bagi pembangunan daerah kita,” ujar Khofifah di Surabaya, Minggu (28/12).
Prestasi Indeks Gender Jawa Timur
Di bawah kepemimpinan Khofifah, Jawa Timur berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam hal kesetaraan gender. Berikut adalah perbandingan data capaian Jawa Timur:
| Indikator | Capaian Jatim | Rata-Rata Nasional |
| Indeks Pembangunan Gender (IPG) | 93,05 | 92,46 |
| Indeks Ketimpangan Gender (IKG) | 0,347 | 0,421 |
| Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan | 60,64% | – |
| Keterwakilan Perempuan di Legislatif | 20% | – |
Capaian IKG sebesar 0,347 menunjukkan penurunan signifikan dari angka 0,423 pada tahun 2023. Hal ini menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan tingkat ketimpangan gender terendah di Indonesia.
Atas komitmen nyata tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, memberikan Piagam Penghargaan kepada Gubernur Khofifah. Penghargaan ini mengapresiasi keberhasilan Pemprov Jatim mendorong pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur.
“Apresiasi ini menjadi bukti langkah Pemprov Jatim dalam memastikan hadirnya layanan perlindungan yang lebih dekat, responsif, dan berpihak kepada perempuan dan anak,” kata Khofifah.
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi turut memuji sosok Khofifah sebagai teladan kepemimpinan perempuan. “Gubernur Khofifah adalah Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur, ini pencapaian yang luar biasa dan menjadi inspirasi bahwa perempuan adalah pilar bangsa,” tegasnya.










