GESAHKITA – Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja cepat BUMN konstruksi di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang berhasil merampungkan 600 unit hunian sementara dalam waktu delapan hari.
Hal tersebut disampaikan Presiden saat meninjau langsung kompleks Rumah Hunian Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2025).
Presiden menegaskan bahwa pembangunan hunian yang sangat cepat ini merupakan bukti nyata kehadiran negara untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
Hunian ini disiapkan agar warga bisa segera berpindah dari tenda-tenda pengungsian ke tempat tinggal yang lebih layak.
“Danantara membuktikan dalam delapan hari bisa membangun 600 hunian yang menurut saya cukup baik. Fokus kita adalah meringankan penderitaan rakyat,” ujar Presiden Prabowo.
Selain itu, Presiden memberikan instruksi khusus kepada CEO Danantara dan para pimpinan BUMN konstruksi dalam rapat terbatas di lokasi tersebut.
Presiden menekankan penggunaan material lokal yang sederhana namun efektif untuk meningkatkan kenyamanan penghuni.
Berikut poin-poin arahan Presiden terkait teknis bangunan:
-
Redam Panas: Presiden meminta penggunaan lapisan tekstil atau cat khusus pada atap seng guna meredam suhu panas di dalam ruangan.
-
Efisiensi Biaya: Solusi pembangunan tidak harus mahal, namun mengedepankan kreativitas tim di lapangan dalam memanfaatkan bahan lokal.
-
Sistem Modular: Hunian tersebut menggunakan rangka baja ringan dan dinding papan GRC dengan sistem modular yang memungkinkan pembangunan super cepat.
Kompleks hunian yang berdiri di atas lahan PTPN ini tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga berbagai fasilitas pendukung untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi:
-
Area Publik: Tersedia taman bermain anak-anak dan sarana MCK yang terpisah dari hunian.
-
Layanan Kesehatan: Pengelola menyediakan klinik kesehatan untuk memantau kondisi warga.
-
Teknologi: Setiap unit hunian telah dilengkapi dengan aliran listrik dan akses WiFi gratis.






