Banyuwangi, GESAHKITA – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar malam refleksi pergantian tahun di Taman Blambangan, Rabu (31/12/2025) malam.
Dalam suasana khidmat, Bupati Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas dalam menghadapi tantangan di tahun 2026.
Malam refleksi tersebut diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh sejumlah ulama terkemuka, termasuk Ketua Umum MUI Banyuwangi KH. Muhaimin Asymuni. Bupati Ipuk menekankan bahwa saling mendoakan adalah bentuk nyata dari upaya menguatkan persaudaraan demi kebaikan daerah.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada warga dan seluruh pemangku kepentingan atas gotong royong yang membuahkan hasil positif sepanjang tahun 2025.
Kerja keras kolektif di Banyuwangi mencatatkan sejumlah indikator keberhasilan yang melampaui rata-rata:
-
Pertumbuhan Ekonomi: Mencapai 5,85% pada Triwulan II, lebih tinggi dari rata-rata nasional dan Jawa Timur.
-
Pengurangan Kemiskinan: Angka kemiskinan turun ke level terendah, yakni 6,13%.
-
Kualitas Hidup: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 75,17 dari sebelumnya 74,30 pada tahun 2024.
-
Prestasi Nasional: Meraih penghargaan Best Smart Branding Innovation dari Kementerian Komdigi dan predikat Kabupaten Terinovatif untuk kedelapan kalinya berturut-turut sejak 2018.
“Prestasi bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat bahwa tanggung jawab kita semakin besar di tengah dinamika global dan transformasi digital,” ujar Ipuk.
Di tengah perayaan, Bupati Ipuk mengingatkan warga untuk tetap berempati kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Melalui sambungan daring, ia menyapa Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bupati menyampaikan duka mendalam dan memberikan dukungan moril kepada para perantau asal Banyuwangi yang terdampak bencana di wilayah-wilayah tersebut, seraya mendoakan agar kondisi segera pulih.










