Malang, GESAHKITA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur langsung bergerak cepat meningkatkan kualitas layanan pendidikan di awal tahun 2026.
Fokus utama tahun ini adalah melanjutkan program revitalisasi dan rehabilitasi fisik untuk jenjang SMA, SMK, serta SLB di seluruh wilayah Jawa Timur.
Dalam peresmian renovasi 38 sekolah wilayah Malang Raya di SMKN 12 Singosari, Jumat (2/1/2026), Khofifah menekankan pentingnya fasilitas yang memenuhi standar pelayanan minimal.
“Kami ingin memastikan pada awal 2026 ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap tancap gas. Kami fokus menambah ruang kelas, melengkapi alat laboratorium, hingga memperbaiki sanitasi agar murid merasa nyaman saat belajar,” tegas Khofifah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima ribuan proposal bantuan dari sekolah negeri maupun swasta sejak 2025. Tim khusus akan turun ke lapangan untuk menyeleksi sekolah yang paling membutuhkan bantuan fisik karena faktor usia bangunan.
Beberapa poin penting terkait penganggaran program ini antara lain:
-
Sumber Dana: Mengandalkan bantuan pemerintah pusat dan alokasi 20 persen dari APBD Jatim 2026.
-
Komitmen Sektor: Sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama meskipun pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.
-
Skala Prioritas: Bantuan difokuskan pada sekolah dengan kerusakan fisik bangunan dan kekurangan fasilitas praktik (laboratorium).
Melalui gerakan cepat di awal tahun ini, Pemprov Jatim optimistis kualitas infrastruktur pendidikan akan semakin merata, sehingga mampu mendukung prestasi siswa di tingkat nasional maupun internasional.










