Jember, GESAHKITA – Pemerintah Kabupaten Jember bersama DPRD menggelar Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Jember ke-97 pada Jumat (2/1/2026).

Dalam momentum tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) menetapkan tahun 2026 sebagai “Tahun Pembuktian” bagi kemajuan daerah.

- Advertisement -

Gus Fawait memaparkan dua pencapaian besar yang menjadi kado bagi masyarakat Jember di usia ke-97 ini:

  1. Integrasi Papuma-Watu Ulo: Setelah puluhan tahun terpisah, Pemkab Jember akhirnya berhasil mengintegrasikan kedua ikon wisata tersebut. Gus Fawait menyebut hal ini sebagai simbol diplomasi tingkat tinggi daerah ke pemerintah pusat.

  2. PAD Tembus Rp1 Triliun: Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember sukses menembus angka psikologis Rp1 triliun pada akhir 2025. Capaian ini melampaui target yang semula direncanakan baru tercapai pada tahun 2026.

Ke depan, Gus Fawait menargetkan PAD Jember mampu menyentuh angka Rp1,3 hingga Rp1,5 triliun tanpa menaikkan tarif pajak.

Caranya, pemerintah akan memperketat pengawasan untuk menutup kebocoran penerimaan daerah.

Selain itu, mulai awal 2026, seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib:

  • Memaparkan target program, anggaran, dan rencana serapan tiga bulanan.

  • Menandatangani pakta integritas berbasis kinerja.

  • Menjalani evaluasi berkala setiap tiga bulan bersama DPRD (Komisi C).

Jika tahun 2025 merupakan masa pemanasan, Gus Fawait menegaskan tahun 2026 adalah waktu untuk pembuktian kinerja nyata.

Target paling ambisius adalah menurunkan angka kemiskinan hingga di bawah 200 ribu jiwa.”Mudah-mudahan di tahun 2026, angka kemiskinan kita bisa turun di bawah 200 ribu jiwa. Ini adalah capaian psikologis yang belum pernah diraih dalam sepuluh tahun terakhir,” ungkapnya.

Menanggapi instruksi pemerintah pusat dan sebagai bentuk empati terhadap musibah bencana alam di Sumatera, Pemkab Jember meniadakan pesta pora. Peringatan hari jadi tahun ini berlangsung khidmat dengan selamatan dan doa bersama.

Melalui komitmen percepatan infrastruktur sejak awal tahun, Gus Fawait optimistis serapan anggaran akan lebih efektif dan tidak menumpuk di akhir tahun, sehingga dampak pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat.