Banyuwangi Jadi Magnet Wisata, 49 Persen Penumpang Daop 9 Jember Terpusat di Ujung Timur Jawa

Banyuwangi Jadi Magnet Wisata, Daop 9 Jember

Banyuwangi, GESAHKITA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember mencatat Kabupaten Banyuwangi sebagai destinasi terfavorit selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pesona wisata daerah ini berhasil menarik minat mayoritas pengguna kereta api di wilayah Daop 9.

“Kabupaten Banyuwangi dengan berbagai potensi pariwisatanya, membuat masyarakat memilih kereta api sebagai moda transportasi untuk menuju Banyuwangi,” kata Manager Hukum Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, Selasa (6/1/2026).

- Advertisement -

KAI Daop 9 Jember melayani total 416 ribu penumpang selama masa libur Nataru. Dari angka tersebut, pergerakan penumpang di Banyuwangi mendominasi hampir separuh total volume Daop 9 Jember.

“Tercatat sekitar 207 ribu penumpang atau 49 persen dari total kumulatif penumpang Nataru berangkat dan tiba di wilayah Kabupaten Banyuwangi,” jelas Cahyo.

Peringkat Stasiun Teramai di Banyuwangi:

  • Stasiun Banyuwangi Kota: 62 ribu penumpang (paling sibuk).

  • Stasiun Ketapang: 53 ribu penumpang.

  • Stasiun Kalisetail: 39 ribu penumpang.

  • Stasiun Rogojampi: 32 ribu penumpang.

Cahyo juga memberikan catatan khusus pada Stasiun Kalisetail. “Stasiun Kalisetail yang tergolong stasiun kecil justru potensinya luar biasa. Bahkan penumpangnya mengungguli Stasiun Rogojampi,” ungkapnya.

Fasilitas dan Layanan Kereta

Tingginya minat masyarakat juga didukung oleh ketersediaan 22 perjalanan KA yang melayani Banyuwangi, termasuk kereta favorit seperti KA Sri Tanjung, KA Probowangi, KA Blambangan Ekspres, dan KA Wijaya Kusuma.

KAI Daop 9 mencatat pertumbuhan penumpang mencapai 11 persen, sementara kapasitas tempat duduk hanya tumbuh 5-7 persen. “Artinya masih ada peluang pasar yang bisa kami tangkap untuk pengembangan layanan dari dan menuju Banyuwangi,” tambah Cahyo. Saat ini, KAI sedang mengkaji penambahan relasi baru dari dan menuju Banyuwangi.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik data positif tersebut. Ia menilai akses transportasi yang memadai menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi.

“Akses transportasi yang semakin baik berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata dan pergerakan ekonomi daerah,” kata Ipuk.