GESAHKITA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V menyiapkan 50 unit alat berat untuk mempercepat normalisasi sungai di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Langkah ini bertujuan mengatasi pendangkalan sungai akibat material banjir bandang yang terjadi pada November dan Desember 2025.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mendesak BWS Sumatera V segera mengoperasikan alat berat tersebut guna meminimalkan risiko banjir susulan.
“BWS Sumatera V telah menyiapkan 50 unit alat berat untuk mendukung kegiatan normalisasi sungai di wilayah terdampak,” ujar Mahyeldi dalam keterangna yang dimuat Rabu (7/1/2026).
Berdasarkan pantauan lapangan, material kayu masih banyak tersangkut di sepanjang aliran sungai.
Mahyeldi meminta pengerukan diprioritaskan pada sungai yang melintasi permukiman padat karena kondisi pendangkalannya sudah sangat mengkhawatirkan.
Beberapa aliran sungai yang menjadi target utama normalisasi antara lain:
-
Sungai Batang Kuranji
-
Sungai Lubuk Minturun
-
Sungai Tabing Banda Gadang (Kecamatan Nanggalo)
“Di aliran Sungai Batang Kuranji masih terdapat material kayu dan pendangkalannya cukup mengkhawatirkan. Penanganannya perlu diprioritaskan karena berada di kawasan permukiman padat,” tegas Mahyeldi.
Selain pembersihan sungai, Mahyeldi mengizinkan masyarakat memanfaatkan material kayu sisa banjir yang mengendap di lahan pertanian maupun bantaran sungai. Namun, ia menekankan agar pemanfaatan tersebut tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.
Gubernur meminta para Camat, Lurah, dan Wali Nagari segera berkoordinasi dengan warga setempat terkait teknis pemanfaatan kayu tersebut.
“Harapan kita, selain sungai kembali bersih manfaatnya juga bisa dirasakan warga terdampak,” pungkasnya.










