Banyuwangi, GESAHKITA – Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kabupaten Banyuwangi resmi menyandang gelar yang terbaik di Indonesia.
Berdasarkan evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Banyuwangi meraih indeks tertinggi di kategori pemerintah daerah dengan nilai 4,87 (skala 5).
Capaian ini menempatkan Banyuwangi pada kategori “Memuaskan” dan menjadi rujukan utama transformasi digital nasional. Nilai tersebut jauh melampaui rata-rata indeks SPBE nasional yang berada di angka 3,23.
Peringkat 5 Besar Instansi dengan Indeks SPBE Tertinggi 2025
| Peringkat | Instansi | Nilai Indeks |
| 1 | KemenPAN-RB | 4,88 |
| 2 | Pemkab Banyuwangi | 4,87 |
| 3 | Pemprov Jawa Barat | 4,80 |
| 4 | Pemprov Jawa Timur | 4,79 |
| 5 | Pemkot Surabaya | 4,78 |
Kunci Keberhasilan: Komitmen dan Inovasi Digital
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari komitmen berkelanjutan dalam mendigitalisasi seluruh lini pemerintahan, mulai dari kebijakan internal hingga layanan publik.
“Capaian ini memotivasi kami untuk terus memaksimalkan sistem elektronik, mengintegrasikan pelayanan publik, serta meningkatkan kapasitas aparatur secara konsisten,” ujar Ipuk, Kamis (8/1/2026).
Beberapa keunggulan digitalisasi Banyuwangi meliputi:
-
Smart Kampung: Dikembangkan sejak 2016 untuk mendorong budaya digital hingga tingkat desa, mencakup layanan kependudukan, bansos, pendidikan, dan kesehatan.
-
Portal Perlinsos: Menjadi pilot project nasional untuk digitalisasi bantuan sosial yang transparan dan tepat sasaran.
-
Model Laboratorium Hidup: Keberhasilan Banyuwangi kini menjadi rujukan pemerintah pusat untuk direplikasi ke berbagai daerah lain di Indonesia.
Parameter Penilaian
Evaluasi dua tahunan ini menyasar 47 indikator yang terbagi dalam empat domain utama:
-
Kebijakan Internal
-
Tata Kelola SPBE
-
Manajemen SPBE
-
Layanan SPBE (Administrasi dan Layanan Publik)
Pemerintah pusat memberikan kepercayaan kepada Banyuwangi sebagai model transformasi digital daerah untuk menciptakan sistem perlindungan sosial nasional yang lebih efektif melalui aplikasi digital terpadu.










