GESAHKITA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan akhir pekan, Jumat (9/1/2026), di zona hijau. Indeks menguat 0,49% (43,68 poin) ke level 8.969,15.
Pagi ini, aktivitas pasar mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp929,1 miliar. Sebanyak 358 saham bergerak naik, sementara 140 saham melemah dan 460 saham stagnan.
Selain itu, pasar keuangan hari ini memberikan perhatian khusus pada rilis data realisasi APBN 2026 yang dipaparkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Meski pertumbuhan ekonomi terjaga, postur fiskal menunjukkan tekanan signifikan:
-
Defisit Anggaran: Melonjak ke angka Rp695,1 triliun atau 2,92% terhadap PDB, hampir menyentuh batas aman undang-undang (3%). Angka ini naik tajam dibandingkan defisit 2024 yang hanya sekitar 2,3%.
-
Nilai Tukar: Rupiah terealisasi di kisaran Rp16.475 per dolar AS, lebih lemah dari asumsi awal pemerintah di angka Rp16.000.
-
Inflasi: Tercatat 2,92% pada Desember 2025, sedikit melampaui target pemerintah di level 2,5%.
-
Pertumbuhan Ekonomi: Tetap tangguh di angka 5,2% (full year), dengan proyeksi kuartal IV mencapai 5,45%.
Sedangkan dari pasar global, investor mencermati data tenaga kerja Amerika Serikat yang menunjukkan sinyal pelemahan:
-
Klaim Pengangguran Baru: Naik menjadi 208.000, sesuai ekspektasi pasar.
-
Klaim Berkelanjutan: Meningkat menjadi 1,91 juta jiwa, melampaui perkiraan analis.
-
Analisis: Kondisi ini mengindikasikan bahwa meski pemutusan hubungan kerja (PHK) stabil. Selain itu, perusahaan-perusahaan di AS mulai memperlambat proses perekrutan karyawan baru.










