GESAHKITA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan awal pekan, Senin (12/1/2026), di zona hijau.
IHSG menguat 55,00 poin atau 0,62 persen ke posisi 8.991,75, searah dengan tren penguatan bursa saham di kawasan Asia dan global.
Kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) turut terkerek naik 4,50 poin (0,52 persen) ke level 872,53.
Sementara, pasar merespons rilis data tenaga kerja AS (nonfarm payrolls) Desember 2025 yang tercatat hanya sebesar 50 ribu, jauh di bawah estimasi pasar sebesar 73 ribu. Melambatnya penyerapan tenaga kerja ini memicu ekspektasi bahwa The Fed akan segera menurunkan suku bunga acuan tahun ini.
Meskipun melambat, tingkat pengangguran AS yang turun menjadi 4,4 persen memberi sinyal bahwa ekonomi AS tetap tangguh dan berpotensi membaik.
Selain itu, hampir seluruh bursa utama dunia mencatatkan penguatan pada penutupan pekan lalu dan pagi ini:
-
Wall Street (AS): Indeks S&P 500 naik 0,65% dan Nasdaq melonjak 1,02%.
-
Eropa: Indeks CAC Perancis memimpin penguatan sebesar 1,44%.
-
Asia Pagi Ini:
-
Nikkei (Jepang): Melesat 1,61%.
-
Strait Times (Singapura): Naik 0,52%.
-
Hang Seng (Hong Kong): Menguat 0,24%.
-
Fokus Pasar Pekan Ini
Investor akan mencermati sejumlah agenda ekonomi penting dalam beberapa hari ke depan:
-
Domestik: Rilis data retail sales (penjualan eceran) Indonesia pada Senin ini serta perkembangan aksi korporasi emiten.
-
Global: Data inflasi AS terbaru dan dimulainya musim laporan keuangan (earning season) kuartal IV-2025 oleh bank-bank besar di Wall Street.










