GESAHKITA – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, menginstruksikan jajarannya untuk meninggalkan rutinitas administratif dalam pelaksanaan program dan anggaran 2026.
Safrizal juga mendorong seluruh divisi melakukan inovasi kegiatan agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam Kick Off Meeting Pelaksanaan Program dan Anggaran TA 2026 yang berlangsung pada 14-16 Januari 2026. Pertemuan ini bertujuan memastikan penggunaan anggaran yang efektif dan berorientasi pada hasil nyata.
“Seluruh kegiatan harus berbasis data dan bukti lapangan. Kita harus fokus pada aktivitas yang inovatif dan memberikan dampak langsung, bukan sekadar menambah volume kegiatan rutin,” tegas Safrizal, Sabtu (17/1/2026).
Safrizal menegaskan posisi Ditjen Bina Adwil sebagai motor penggerak urusan pemerintahan wajib pelayanan dasar. Jajaran ini mengemban fungsi pembinaan luas, yang meliputi:
-
Administrasi Kewilayahan: Menata batas negara/wilayah, manajemen kawasan perkotaan, dan toponimi.
-
Trantibumlinmas: Membina Satpol PP, Pemadam Kebakaran, serta manajemen bencana di daerah.
-
Hubungan Pusat-Daerah: Memastikan sinergi kelembagaan dan peran Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat (GWPP) berjalan optimal.
Program kerja tahun ini juga menitikberatkan pada percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera.
Safrizal, yang menjabat sebagai Koordinator Wilayah Aceh dalam Satgas Percepatan Rehabilitasi, menargetkan penyusunan Rencana Induk Penanggulangan Bencana Provinsi Aceh rampung pada Maret 2026.
Selain itu, Sekretaris Ditjen Bina Adwil, Sri Purwaningsih, memaparkan rincian pagu anggaran yang akan dikelola oleh instansi tersebut:
| Komponen Anggaran | Jumlah |
| Pagu Alokasi Total 2026 | Rp362.032.974.000 |
| Cadangan Prioritas Presiden | Rp54.400.000.000 |
| Pagu Efektif yang Dikelola | Rp307.534.215.000 |
Meskipun terdapat penyesuaian, Ditjen Bina Adwil optimistis mempertahankan kinerja tinggi mengingat realisasi anggaran tahun 2025 berhasil mencapai 99,45 persen.










