Gubernur Khofifah Instruksikan Pengerukan Sungai Lubawang dan Pasok Pipa Irigasi untuk Petani Situbondo

Pengerukan Sungai Lubawang

Situbondo, GESAHKITA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat menangani dampak banjir bandang yang menerjang ribuan rumah di Kabupaten Situbondo. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan pengerukan sedimentasi dan pembangunan bronjong di sepanjang Sungai Lubawang guna mencegah banjir susulan.

Langkah ini diambil setelah Khofifah meninjau langsung kerusakan di Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, pada Jumat (23/1/2026).

- Advertisement -

“Tadi kami lihat ada titik-titik Sungai Lubawang ada sedimentasi-sedimentasi yang perlu dilakukan pengerukan,” ujar Khofifah di lokasi terdampak.

Selain mengangkat endapan lumpur dan sampah, Pemprov Jatim akan membangun bronjong untuk menstabilkan tanah di tepi sungai. Khofifah juga memperhatikan nasib para petani yang sawahnya terdampak luapan air tepat di musim tanam.

“Nanti juga akan disiapkan pipa untuk pengairan sawah-sawah desa ini, karena ini kan sudah memasuki musim tanam,” tambahnya.

Data Dampak Banjir Bandang (Rabu, 21/1/2026):

Banjir akibat luapan Sungai Lubawang ini memberikan dampak luas di dua kecamatan utama:

Lokasi Jumlah Rumah Terdampak Keterangan
Kec. Banyuglugur 686 Unit Desa Lubawang (440) & Desa Kalianget (246)
Kec. Besuki 5.425 Unit Desa Pesisir, Kalimas, Demung, & Besuki
Total Terdampak 6.111 Unit Data akumulatif se-Kabupaten Situbondo

Didampingi Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Gubernur menyerahkan beragam bantuan logistik, mulai dari 100 unit kompor, ratusan paket sembako, perlengkapan bayi (kidsware), hingga paket kebersihan dan pakaian untuk lansia.

Bantuan ini bertujuan untuk mempercepat masa pemulihan warga yang kehilangan harta benda akibat terjangan air.