Jakarta, GESAHKITA – Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali membuktikan komitmennya dalam menjamin kesehatan masyarakat dengan meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya. Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori (Gus Shobih), menerima langsung penghargaan tersebut di Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026) sore.
Prestasi ini merupakan buah dari konsistensi Pemkab Pasuruan dalam mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai prioritas utama.
Statistik Kepesertaan dan Keaktifan
Hingga 1 Januari 2026, Kabupaten Pasuruan mencatatkan capaian kepesertaan yang sangat masif:
-
Cakupan Peserta: 99,58% dari total penduduk.
-
Tingkat Keaktifan: 83,60% (setara 1.673.855 jiwa).
-
Segmen Unggulan: Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemda mencapai 94,35% dan Aparatur Negara (PPU PN) sebesar 93,53%.
Gus Shobih mengapresiasi kerja keras kolaboratif lintas sektor, mulai dari Dinas Kesehatan, RSUD Bangil, RSUD Grati, hingga Dinas Sosial dan Dukcapil.
“Alhamdulillah hari Pemkab Pasuruan mendapatkan penghargaan UHC. Kali ini kita mendapatkan penghargaan tingkat Madya dengan cakupan 98,58 persen dan tingkat keaktifan 83,60 persen. Artinya hampir seluruh masyarakat Kabupaten pasuruan sudah menggunakan BPJS Kesehatan,” tutur Gus Shobih.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menegaskan bahwa program JKN adalah mandat konstitusi untuk mencegah masyarakat jatuh miskin akibat biaya pengobatan.
“Kesehatan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan bangsa. Dengan masyarakat yang sehat akan tercipta masyarakat yang makmur, sejahtera dan unggul,” tandas Cak Imin.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menambahkan bahwa secara nasional, jumlah kepesertaan JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa pada akhir 2025. Angka ini melampaui target RPJMN 2025-2029 berkat dukungan penuh dari pemerintah daerah seperti Kabupaten Pasuruan.










