GESAHKITA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengumumkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat. Capaian ini sejalan dengan pesatnya pertambahan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Pernyataan tersebut Zulhas sampaikan usai memimpin rapat koordinasi terbatas terkait implementasi Perpres Nomor 115 Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
“Sampai hari ini, SPPG sudah (sebanyak) 22.091. Penerima manfaat sudah lebih dari angka bulat, 60 juta, lebih sedikit,” ujar Zulhas.
Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja
Program MBG tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui penyerapan tenaga kerja yang masif. Hingga saat ini, rantai pasok program telah melibatkan:
-
924.424 orang tenaga kerja langsung di SPPG.
-
68.551 unit pemasok bahan pangan.
-
21.413 mitra pendukung.
Selain itu, pemerintah tengah memproses pengadaan 32.000 pegawai P3K khusus untuk mendukung operasional program ini secara nasional.
Sementara itu, dalam rapat tersebut, kementerian menyepakati revisi daftar lokasi pembangunan SPPG guna menyesuaikan kondisi lapangan dan kesiapan lahan. Pemerintah menyesuaikan alokasi lokasi pembangunan sebagai berikut:
-
Kemenkeu: Dari 542 menjadi 315 lokasi.
-
Kementerian PU: Dari 264 menjadi 222 lokasi.
“Ini nanti harus kerja sama dengan daerah. Ada yang soal pembayaran, soal tanah, dan lain-lain. Jadi harus dirapikan dulu,” tambah Zulhas.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan pihaknya terus bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendata penerima manfaat secara rinci. Pendataan ini menyasar kelompok rentan, termasuk warga yang belum memiliki NIK dan anak usia sekolah yang putus sekolah, agar tidak ada masyarakat yang terlewatkan.










