Pendidikan Anti Korupsi Menjadi Bahan Ajar Disdik Oku Selatan

  • Bagikan
Suasana Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi Oleh Diknas Oku Selatan
Suasana Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi Oleh Diknas Oku Selatan

MUARADUA, GESAHKITA COM—Dinas Pendidikan (Dsidik) Kabupaten Oku Selatan menggelar Kegiatan pembinaan Anti Korupsi,di lingkungan Diknas melalui PKG,KKG,dan MGMP,Kamis(21/10/2021).

Kegiatan ini digelar  di Gedung Dewan Guru Okus,yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Oku Selatan, Zulfakar Dhani,S.Sos dan juga Sekretaris Diknas, Kepala seksi PTK PAUD, SD dan SMP serta para Narasumber kegiatan pembinaan anti Korupsi.

Zulfakar menjelaskan, “Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa  maju nya suatu bangsa tergantung pada dua faktor yaitu, SDA dan SDM nya.Sebab barang mustahil Negara/Bangsa itu akan mengalami kemajuan,walaupun Sumber Daya Alamanya berlimpah ruah,apabila Pemerintahannya ber- prilaku bobrok ( bermental Korupsi), “katanya.

Lanjutnya, “Sehingga sangat pantas dijaman kemajuan ini,  para pendidik dituntut untuk memberikan pemahaman bahwa budaya/mental Korupsi itu  sangat mengganggu bahkan menghambat kemajuan dari segala bidang”.

Suasana Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi Oleh Diknas Oku Selatan
Suasana Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi Oleh Diknas Oku Selatan

Zulfakar Dhani,S.Sos dalam sambutannya  kemudian juga menyebutkan ,Prilaku Korupsi adalah penyakit yang sangat berbahaya yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, oleh karnanya diperlukan upaya luar biasa agar bisa memberantasnya.

Baca Juga :  Pembakar Mushola Ditangkap Polisi, Mengaku Sakit Hati Dengan Pengurus Mushola

Menurutnya lagi, upaya pemberantasan Korupsi terdiri dua bagian yaitu :1. Pencegahan  dan 2.penindakan.Namun tindakan ini mustahil akan membuahkan hasil  tanpa melibatkan peran serta masyarakat.

“Sebab bukan hal yang mudah dalam mendefinisikan prilaku korupsi ini,karna tindakan buruk ini terdiri dari berbagai bentuk  dengan berbagai motif. Dalam kamus bahasa Indonesia bahwa korupsi berasal kata “KORUP”, yang mengandung makna: Buruk,rusak,busuk,dan juga punya arti suka memakai barang (uang) yang di percayakan padanya dan dengan( Power) kekuasannya digunakan tuk kepentingan pribadi, “ tegas nya masih dalam kegiatan tersebut.

Lebih lanjut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Oku Selatan itu bahwa Prilaku Korupsi di negara kita ini sudah sangat akut,atau dengan kata lain sudah meraja Lela.

“Oleh karna itu masalah ini tidak bisa diselesaikan melalui penegakan Hukum belaka.Namun sesuai dengan Pendapat Faulo Freire,bahwa jalur pendidikan adalah salah satu jalan menuju pembebasan permanen,agar manusia sadar tentang bahaya yang diakibatkan oleh budaya dan prilaku Korupsi, “imbuh nya.

Baca Juga :  Isu Tak Sedap Terkait Prestitusi Online, Artis FTV HH Jadi Gunjingan Netizen

Pada akhir nya dia mengajak seluruh peserta  agar momentum  kegiatan pembinaan Anti Korupsi ini, berkometmen  melaksanakan  pembinaan  anti Korupsi ke semua jenjang pendidikan, PAUD, SD dan SMP, artinya pendidikan anti Korupsi masuk dalam bahan ajar di pendidikan usia dini, “ ucap dia.

Dalam sistem pendidikan kita mengenal”LEARNING HWO TO LEARN”,  artinya bagaimana kita membentuk daya fikir siswa menjadi “Konstruksi Berpikir”.

“Profesi  sebagai seorang guru adalah amanat yang sangat mulia dan saya  berharap agar kiranya bapak ibu guru tak henti-hentinya belajar dan memberikan  suri tauladan kepada anak didiknya untuk berperangai dan berprilaku  yang baik, “tutupnya. (ril/end)

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan