Sumsel Bersih Mintak Jokowi Evaluasi Kinerja Menteri KLHK dan  ESDM Di Sumsel

  • Bagikan
Foto Pemandangan Salah Spot Tambang Di Sumsel
Foto Pemandangan Salah Spot Tambang Di Sumsel

PALEMBANG, GESAHKITA COM—Inisiator Gerakan Sumsel Bersih yang diwakili oleh Rinaldi Davinci selaku koordinator advokasi dan investigasi meminta presiden RI Jokowi Widodo segera mengevaluasi Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar dan Kementerian Energi dan Sumber daya mineral (ESDM)

Menurutnya, ada beberapa masalah yang sampai hari ini yang belum terselesaikan dan dianggap gagal dalam menjaga fungsi pelindung dan pelestarian kawasan hutan yang berada di Sumatera Selatan Kamis, (21/10/2021)

“Banyaknya kawasan hutan yang dijadikan ladang bisnis seperti : pembukaan jalan tambang di kawasan hutan , pembiaran perambahan hutan , dan tidak menjadikan program perhutanan sosial sebagai program strategis nasional yang selama ini program perhutanan sosial menjadi salah satu program penyelesaian konflik tenurial dan agraris, “katanya saat diwawancara di Café Pojok HAKI wilayah Kampus Palembang.

Lanjutnya, “Sedangkan kementerian ESDM kami anggap gagal dalam Mengelolah sumber energi secara baik dan berkelanjutan terkhusus di Sumatera Selatan, “imbuhnya.

Baca Juga :  Jokowi Berharap Sandiaga Uno Menggantikanya di 2024

Selain itu disebutkannya juga, “Masih banyaknya pembiaran tambang ilegal di sektor batubara dan sektor minyak yang mengakibatkan kerugian negara yang sangat besar , terkhusus untuk sektor batubara banyak hak masyarakat hilang di akibatkan oleh aktivitas tambang batubara dan pengangkutan nya seperti dampak debu batubara mengakibatkan kesehatan masyarakat terganggu, “kata Rinaldi.

Dia juga menyebutkan, Banyak nya aktivitas penambangan batubara di Sumatera Selatan mengakibatkan terjadi perubahan bentang alam dan mengakibatkan lahan kelola Masyarakat hilang serta kerusakan lingkungan lainnya.

Bukan hanya itu, Rinaldi kemudian juga menilai proyek strategi Nasional PLTU mulut tambang yang ada di Sumatera Selatan harus segera di evaluasi.

“Karena masih menyisakan konflik bersama masyarakat , seperti : pembebasan lahan yang belum selesai , penyerapan tenaga kerja masih timpang , penutupan mata air menyebabkan kerusakan lingkungan, “tutupnya. (**)

Sumber : Tim Media Inisiasi Sumsel Bersih

Editor    : Arjeli Sy Jr

banner ranau gran fondo

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan