PALEMBANG, GESAHKITA COM—- Debat Kandidat Calon Walikota Dan Wakil Walikota Palembang periode 2024 – 2029 diwarnai dengan adu gagasan mengatasi permasalahan yang ada di kota Palembang.

Kegiatan yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Palembang,Rabu Malam (22/10/2024) di hotel Santika Premiere Bandara Palembang.

- Advertisement -

Dari berbagai pertanyaan, mencuat permasalahan penyelesaian banjir dan infrastruktur memanglah yang paling ditunggu karena pada faktanya selama beberapa tahun ini masih belum terselesaikan.

Tidak hanya menarik perhatian masyarakat, permasalahan banjir pun menjadi salah satu menjadi pertanyaan yang diutarakan salah satu kandidat Paslon nomor urut 3 Yudha Pratomo dan Baharuddin kepada Paslon nomor urut 2 Ratu Dewa dan Prima salam.

Dengan gestur tubuh yang cukup gugup, Ratu Dewa berusaha menjawab pertanyaan dari Paslon nomor urut 3 Yudha Bahar, Ratu Dewa menjawab bahwa permasalahan banjir merupakan permasalahan yang tidak dapat diselesaikan dengan cepat.

” Permasalahan banjir tentunya bukanlah suatu permasalahan yang dapat diselesaikan cepat, diperlukan pemetaan dan strategi tersendiri melalui kajian yang cukup mendalam”, kata Ratu Dewa

Sementara ditempat yang sama Yudha Pratomo mengutarakan bahwa permasalahan banjir di kota Palembang dapat diselesaikan jika pemerintah kota Palembang selama 10 tahun ini memiliki master plan atau blue print pembangunan.

” Untuk menyelesaikan permasalahan banjir ada beberapa strategi diantaranya bekerjasama dengan pemerintah pusat seperti diketahui bahwa di Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) ada anggaran khusus penangangan banjir yang selama ini ternyata tidak digunakan, blue print (Cetak Biru) pasti pembangunan kota Palembang”, kata Yudha Pratomo Mahyuddin

Dilanjutkannya, Permasalahan yang terjadi dikota Palembang bukan tidak dapat diselesaikan, namun selama ini hanya kurang gagasan jelas.

Closing statement Yudha Pratomo dan Baharuddin mengatakan selama 10 tahun ini kota Palembang mengalami kemunduran yang harus segera di perbaiki.

” Selama 10 tahun ini kita harus akui bahwa kota Palembang mengalami kemunduran, sehingga agar tidak mengulangi permasalahan yang sama harus segera diperbaiki demi membawa era baru Palembang maju”, tandas Yudha Pratomo (Irfan)