Kementan Perkuat Jaringan Irigasi Nasional, Fondasi Utama Menuju Swasembada Beras Berkelanjutan

Jaringan Irigasi Nasional

GESAHKITA – Ditjen LIP Kementerian Pertanian mempercepat pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan jaringan irigasi di seluruh Indonesia.

Langkah strategis ini bertujuan mewujudkan swasembada beras nasional secara berkelanjutan melalui pengelolaan air yang presisi.

- Advertisement -

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, menjelaskan bahwa upaya ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat perbaikan infrastruktur irigasi.

Pemerintah memprioritaskan perbaikan pada Daerah Irigasi (DI) yang 60 persen kondisinya saat ini kurang optimal.

Hingga saat ini, progres realisasi pengerjaan infrastruktur irigasi menunjukkan hasil positif:

  • Tahap 1: Mencapai realisasi 99,93 persen dari target seluas 280.880 hektare.

  • Tahap 2: Pengerjaan jaringan tersier mencapai 98,66 persen dan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) sebesar 92,25 persen.

  • Tahap 3: Pelaksanaan jaringan irigasi tersier sudah menyentuh 87,57 persen dan rehab JIAT mencapai 93,91 persen.

Penguatan infrastruktur irigasi ini berdampak langsung pada produktivitas lahan petani. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat capaian signifikan pada sektor pangan tahun 2025:

  • Produksi Beras: Mencapai 34,77 juta ton, melonjak 13,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

  • Luas Panen: Mengalami pertambahan hampir 13 persen.

  • Produksi Padi: Berpotensi menembus 60,34 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

Selain itu, Ditjen LIP berkomitmen menjaga koordinasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum serta Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) untuk memastikan distribusi air tetap terjaga.

Ke depan, implementasi Inpres 2/2025 akan diperkuat dengan program pendukung seperti Optimasi Lahan (Opla) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di seluruh wilayah Indonesia.