Bangkalan, GESAHKITA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi peran strategis pondok pesantren dalam mencetak generasi qurani berakhlak mulia. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Haflatul Imtihan di Pondok Pesantren Putri Nurul Cholil, Bangkalan, Minggu (1/2/2026).
Khofifah menyoroti keistimewaan sanad keilmuan para santriwati yang bersambung langsung dengan ulama besar Syaikhona Kholil Bangkalan.
“Ilmu yang langsung dari Syaikhona Kholil Bangkalan ini, insyaallah terang sanad keilmuannya dan manfaat barokah,” ujar Khofifah.
Dukungan bagi Penghafal Al-Quran
Dalam acara tersebut, Gubernur Khofifah mengikuti prosesi Wisuda Tahfidzil Quran dan memberikan ucapan selamat secara langsung kepada para penghafal Al-Quran. Ia berharap para santriwati mampu membawa kemaslahatan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Sebagai bentuk apresiasi nyata, Khofifah memberikan bantuan dana kepada para santri:
-
Penerima: 20 santriwati terpilih.
-
Bantuan: Uang saku masing-masing Rp500.000.
-
Tujuan: Mendukung pembelian kitab kuning dan pendalaman literatur keislaman.
“Ini adalah tanda sayang dari kami, sebagai penyemangat para santriwati sekaligus tambahan biaya membeli kitab. Supaya lebih giat lagi dalam mendalami literatur keislaman dan kitab-kitab kuning,” tambahnya.
Khofifah, yang juga menjabat Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, turut memuji antusiasme para orang tua dalam mendukung pendidikan di pesantren. Ia menilai ikatan emosional antara wali santri dan lembaga pendidikan menjadi faktor kunci keberhasilan para siswi.
Gubernur menutup sambutannya dengan doa agar seluruh lulusan meraih sukses dan mencapai cita-citanya melalui ilmu yang bermanfaat.










