Antisipasi Cuaca Ekstrem, ASDP Gandeng BMKG Pantau Arus Balik Penyeberangan Jawa-Bali

Antisipasi Cuaca Ekstrem

Banyuwangi, GESAHKITA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengintensifkan koordinasi dengan BMKG untuk memantau potensi cuaca ekstrem di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk menjelang puncak arus balik Nataru 2025/2026.

Langkah ini bertujuan untuk menjamin keselamatan pelayaran di tengah prakiraan kondisi perairan yang menantang hingga awal tahun 2026.

- Advertisement -

Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 2–3 Januari 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, ASDP telah menyiapkan skema operasional armada sebagai berikut:

  • Kondisi Normal: Mengoperasikan 28 kapal feri.

  • Kondisi Sangat Padat: Meningkatkan kapasitas hingga 34 kapal di lintas Ketapang-Gilimanuk.

“Kami telah menyiapkan semua langkah antisipasi dan menjaga kesiapsiagaan untuk memastikan kelancaran serta keselamatan pengguna jasa,” ujar Windy di Banyuwangi, Kamis (1/1/2026).

Imbauan Keselamatan dan Digitalisasi Tiket

Mengingat potensi cuaca ekstrem diperkirakan bertahan hingga awal Maret 2026, ASDP meminta masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini sebelum bepergian. Pengguna jasa disarankan mempertimbangkan kembali rencana perjalanan jika kondisi perairan tidak memungkinkan.

Selain faktor keamanan, ASDP mendorong masyarakat untuk:

  1. Memesan Tiket Lebih Awal: Menggunakan aplikasi Ferizy untuk menghindari antrean di pelabuhan.

  2. Akurasi Data: Mengisi data diri dengan benar saat memesan tiket guna mempercepat layanan dan menjamin hak asuransi pengguna jasa.

Windy menekankan bahwa perencanaan perjalanan yang baik melalui sistem online akan sangat membantu petugas dalam mengendalikan volume kendaraan di pelabuhan secara lebih efisien.