hari jadi kota pasuruanisra miraj hut oku selatan, hari jadi oku selatan

Bermodal Poto Profile Whatsapp Tampang Keren AD Perdaya Korban

BANYUASIN, GESAHKITA COM —Bermodal Poto Profile Whatsapp Tampang Keren AD Perdaya Korban ujung nya  melakukan pemerasan serta ancaman melalui media sosial (Medsos).  Pemuda berinisial AD (19). Ditangkap jajaran Reskrim Polres Banyuasin. Hal ini terungkap saat Press Release di Mapolres Banyuasin, Jum’at, (22/01/2021)

Kapolres AKBP Imam Tarmudi mengatakan, bermula kejadian AD ini sengaja membuat akun aplikasi palsu yakni Facebook dan WhatsApp yang mengunakan foto profil orang lain yang berparas menarik juga nama samaran. Setelahnya AD mencari nomor kontak korban lalu berkenalan dan mengirim chat melalui pesan WhatsApp.

“Saat korban merespon chat, AD melancarkan aksinya dengan cara bujuk rayu juga mengajak korban berpacaran. Dengan foto berparas menarik, korban terbuai, hingga menerima AD menjadi pacarnya,”ungkap dia.

Lewat WhatsApp AD kembali merayu dengan meminta korban mengirimkan bagian tubuhnya yang sensitif . Awalnya korban menolak, dengan terus dibujuk, dirayu hingga korban mengirimkan foto sensitifnya.”Kemudian AD mengajak korban berhubungan badan, namun ditolak karena takut hamil. Setelah itu AD meminta korban mengirimkan uang Rp2.000.000., bila korban menolak, AD akan menyebarkan luaskan foto korban ke Medsos,”beber dia.

Menurut Kapolres Imam Tarmudi, korban ketakutan, lalu menyanggupi permintaan AD. korban mentransfer uang kepada AD sebesar Rp100.000. Selanjutnya korban kembali mentransfer Rp500.000.

”Karena korban belum sanggup mencukupi uang yang diminta, AD kembali mengancam akan memviralkan foto korban. merasa dirinya  terancam, korban melaporkan ke Polres Banyuasin,”ungkap Kapolres.

Lebih lanjut dijelaskan Kapolres dalam Pres Konferens itu, “Setelah menerima laporan tersebut,  Kanit Pidsus Ipda Almukminin kemudian melakukan penyelidikan.  Selanjutnya, setelah diketahui identitas pelaku, akhirnya pelaku ditangkap dan dibawa ke Polres Banyuasin guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Didapati ternyata pelaku  sudah berulang kali mencari cari sasaran untuk dijadikan korban dengan tipu dayanya itu.

“Berdasarkan hasil penyelidikan ternyata pelaku telah melakukan perbuatan sudah 8 kali kepada korban yang berbeda dan baru satu ini pelaku berhasil mengelabuhi Korbannya,”kata dia.

Sementara Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Muhammad Ikang Ade Putera mengatakan bahwa atas perbuatannya, maka pelaku kini ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 27 Ayat 4, Jo Pasal 45 Ayat 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Atas kejadian ini pelaku diancam hukuman 6 tahun penjara dengan denda sebesar Rp 1 Miliar. Hal ini merupakan respon cepat kami dari pihak kepolisian sebagaimana program dari Polri dan diharapkan kedepan tidak ada lagi korban selanjutnya,”tegas dia.(Indera)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *