Kadis PRKPCK Jatim Resmi Membuka Pelatihan Bimtek SMKK Di Tuban

  • Bagikan
Suasana Pose Bersama Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Prov Jawa Timur (PRKPCK), Ir. Baju Trihaksoro, MM dalam acara Pembukaan Bimbingan Teknis Sistem Manegemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) bertempat di Haotel Fave Tuban, Senin (11/10/2021) kemarin.
Suasana Pose Bersama Plt Kabid Bangunan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Prov Jawa Timur (PRKPCK), Ir.Nyoman Gunadi dalam acara Pembukaan Bimbingan Teknis Sistem Manegemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) bertempat di Hotel Fave Tuban, Senin (11/10/2021) kemarin.

SURABAYA, GESAHKITA COM—Sektor konstruksi ini sangat penting dalam pembangunan infrastruktur, kita semua ketahui juga sangat penting, disamping menggerakkan perekonomian termasuk perekonomian lokal, juga memberikan rasa keadilan bagi masyarakat karena bisa menggunakan infrastruktur itu dengan baik. Pembangunannya pun bisa menciptakan lapangan pekerjaan, down stream bisnisnya pun banyak, usaha material bergerak dan sebagainya, jasa konstruksi merupakan tulang punggung bagi pembangunan infrastruktur.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Prov Jawa Timur  (PRKPCK), diwakili oleh Plt Kabid Tata Bangunan Ir.Nyoman Gunadi dalam acara Bimbingan Teknis Sistem Managemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) bertempat di Hotel Fave Tuban, Senin (11/10/2021) kemarin.

Seperti diketahui sesuai dengan apa yang termaktub dalam Pasal 70 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi mengamanatkan bahwa setiap tenaga kerja konstruksi yang bekerja di bidang konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja.

Suasana Saat Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Prov Jawa Timur (PRKPCK), Ir. Baju Trihaksoro, MM dalam acara Pembukaan Bimbingan Teknis Sistem Manegemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) bertempat di Haotel Fave Tuban, Senin (11/10/2021) kemarin.
Suasana Saat Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Prov Jawa Timur (PRKPCK), Plt Kabid Bangunan Ir.Nyoman Gunadi  dalam acara Pembukaan Bimbingan Teknis Sistem Manegemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) bertempat di Hotel Fave Tuban, Senin (11/10/2021) kemarin

“Tidak terkecuali ASN Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tuban. Agar tercipta kesetaraan kompetensi antara penyedia jasa dan pengguna jasa, perlu dilakukan akselerasi sertifikasi kepada ASN Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tuban diantaranya melalui pelatihan e-Learning yang akan diselenggarakan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, “lanjutnya.

Menurutnya, Keunggulan dari diselenggarakannya pelatihan melalui e- Learning yaitu pembelajaran dengan e-Learning dapat dilakukan dengan jangkauan peserta yang lebih luas. Dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, e-Learning menjadi sebuah solusi yang tepat dan strategi yang efektif untuk pengembangan kompetensi.

“Selain mendukung agenda prioritas pada NAWACITA, sambung nya, “Arah pembinaan konstruksi pun harus sesuai dengan sebagaimana yang telah diamanatkan pada UU Nomor 2/2017 tentang Jasa Konstruksi yaitu mewujudkan jaminan mutu penyelenggaraan jasa konstruksi yg sejalan dengan nilai-nilai keamanan, keselamatan, kesehatan dan keberlanjutan (K4). Namun bidang jasa konstruksi saat ini juga masih menghadapi berbagai permasalahan dimulai dari rendahnya pengawasan keselamatan kerja, rendahnya SDM ahli yang bersertifikat, serta semakin tingginya angka kecelakaan kerja hingga menyebabkan kematian, “papar dia.

Baca Juga :  Bakti Sosial Polsek Betung Serahkan Paket Sembako ke Masyarakat

Dijelaskan nya juga, Pelaksanaan pekerjaan konstruksi terutama di bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat merupakan kegiatan konstruksi yang komplek sehingga memerlukan sumber daya yang besar, melibatkan tenaga kerja yang banyak, serta peralatan berat yang tidak sedikit. Hal ini tentu tidak terlepas dari peluang terjadinya kecelakaan dan potensi bahaya yang merupakan bagian dari pekerjaan itu sendiri.

Selain itu diungkapkan juga dalam kesempatan itu, Derajat kesehatan dan keselamatan yang tinggi di tempat kerja merupakan hak pekerja yang wajib dipenuhi oleh perusahaan disamping hak-hak normatif lainnya. Perusahaan hendaknya sadar dan mengerti bahwa pekerja bukanlah sebuah sumber daya yang terus-menerus dimanfaatkan melainkan sebagai makhluk sosial yang harus dijaga dan diperhatikan mengingat banyaknya faktor dan resiko bahaya yang ada di tempat kerja.

“Selain perusahaan, pemerintah pun turut bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan dan keselamatan kerja, “dia tegaskan.

Suasana Saat Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Prov Jawa Timur (PRKPCK), Ir. Baju Trihaksoro, MM dalam acara Pembukaan Bimbingan Teknis Sistem Manegemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) bertempat di Haotel Fave Tuban, Senin (11/10/2021) kemarin.
Suasana Saat Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Prov Jawa Timur (PRKPCK), Plt Kabid Bangunan Ir.Nyoman Gunadi  dalam acara Pembukaan Bimbingan Teknis Sistem Manegemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) bertempat di Hotel Fave Tuban, Senin (11/10/2021) kemarin.

Oleh karena itu, imbuhnya, “Diperlukan SDM Aparatur yang kompeten dalam menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja dalam rangka menciptakan lingkungan kerja yang aman, efisien dan produktif. Diharapkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) ini, akan dicetak SDM-SDM Aparatur yang kompeten dan profesional dalam bidang SMK3 Konstruksi,”ujarnya lagi.

Baca Juga :  Power of Emergency How Malaysian PM Being Challenged Resurgent Wave of Coronavirus infections

Dikatakan Kadis PUPR Jatim,  Ir.Nyoman Gunadi bahwa dengan bertambahnya tenaga ahli di bidang K3 yang telah tersertifikasi, manfaat yang dapat diperoleh oleh organisasi antara lain mengurangi angka kecelakaan dan penyakit akibat kerja dan meningkatkan performa kerja karyawan, karena terjamin keselamatan dan kesehatannya dalam bekerja; meningkatkan pemahaman tentang bahaya dan risiko dalam pekerjaan serta cara-cara untuk mengurangi resiko dan bahaya tersebut di lingkungan proyek konstruksi serta memberikan rasa aman kepada mitra kerja dan masyarakat.

Dia juga menegaskan, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum yang selanjutnya disingkat SMK3 Konstruksi adalah bagian dari sistem manajemen organisasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dalam rangka pengendalian risiko K3 pada setiap Pekerjaan Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.

Selain itu, disebutkan juga, bahwa upaya untuk meningkatkan penerapan di lapangan, maka pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang telah tertuang di dalam Peraturan Menteri tersebut dinilai perlu dituangkan di dalam kontrak kerja konstruksi.

“Dengan langkah tersebut juga diharapkan target Zero Accident di lingkungan kegiatan proyek konstruksi dapat tercapai, “tambahnya.

Sebab katanya, “Pentingnya penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada tempat kegiatan konstruksi tersebut, maka perlu dilakukan pembinaan dan pelaksanaan K3 Konstruksi secara intensif, serta perlu ditanamkan pengertian kepada para pelaku jasa konstruksi baik pengguna jasa maupun penyedia jasa mengenai pentingnya penyelenggaraan program K3 secara benar. Seperti kita ketahui bahwa para pekerja konstruksi merupakan bagian dari masyarakat Jasa Konstruksi yang wajib untuk dilindungi, “sebutnya lagi.

Baca Juga :  Manusia Berfikir Dengan Ketajaman Batin, Moral Dan Keyakinan Sebagai Kesatuan Yang Utuh

“Disamping itu tenaga kerja merupakan salah satu unsur utama dalam pelaksanaan pembangunan konstruksi sehingga perlu diberikan perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatannya agar tetap produktif, “terangnya.

Bahkan dipaparkan juga, Peningkatan pengetahuan para pekerja konstruksi merupakan kegiatan yang harus dilakukan bersama-sama antara penyedia dan pengguna jasa karena produk yang dihasilkan secara langsung maupun tidak langsung akan menyentuh salah satu kebutuhan dasar serta menyangkut kelayakan dan taraf kesejahteraan kehidupan para pengguna dan penyedia jasa itu sendiri. Percepatan pembangunan di bidang konstruksi sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan di bidang lainnya, dan juga sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kembali ia tegaskan, “Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan bagian penting dalam perlindungan tenaga kerja dan merupakan salah satu hak dasar pekerja terkait dengan aspek kesejahteraan,” ucapnya.

Dia pun berpesan Kepada   seluruh   peserta   BIMBINGAN   TEKNIS, “Saya mengucapkan selamat mengikuti, semoga hasil BIMTEK ini dapat menghasilkan yang terbaik untuk kemajuan jasa konstruksi tanah air, “katanya.

“Bismillahirrahanirrahim” BIMBINGAN TEKNIS SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK) di Provinsi Jawa Timur ini resmi kami buka Selamat mengikuti kegiatan BIMTEK Billahi taufiq wal hidayah Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, “kata , Ir.Nyoman Gunadi mengakhiri sambutan nya.

Turut hadir dalam acara pembukaaan itu, Direktur Bina Penyelenggaraan Jasa Konstruksi,  Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah Jawa Timur, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tuban,   Narasumber Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) serta Para Peserta Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).(**)

(Pur)

 

selamat hari santri nasinonal

hari santri nasinonal

Baner HUT Kemerdekaan RI Ke-76

HUT Kemerdekaan RI Ke-76

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan