3 Serial Puisi, “BIARKAN MUSI TETAP MENGALIR” Amanda Maida Lamhati

BIARKAN MUSI TETAP MENGALIR (1)

Oleh Amanda Maida Lamhati

Biarkan musi tetap mengalir dari kelok-kelok Batanghari Sembilan hingga ke Mukha Upang

karena kami adalah dua juta rakyat yang setia menggapai harapan pada dua pilar ampera

yang tegak membentang

di wanua Dhapunta Hyang Sidhayatra negeri Balaputra Dewa negerinya Sultan Mahmud Badaruddin Dua

Biarkan musi tetap mengalir

dari lembah bukit barisan hingga Bukit Seguntang bersama laju perahu kajang lagenda puyang tapi riak arusnya takkan pernah menenggelamkan rum rakit di tepinya

karena kami adalah dua juta rakyat yang setia menyulam benang emas pada kain songket dan jumputan

Biarkan musi tetap mengalir

dari masa ke masa dari Raden Hanan hingga Romi Herton

bersama angin,

menebar aroma pempek, dan pindang

nyalakan api semangat yang tak pernah padam karena kami adalah dua juta rakyat yang setia

bergandeng tangan meraih bintang

di langit Palembang

Biarkan musi tetap mengalir di negeri nan elok.

yang terbangun dari peradaban madani negeri yang aman dan sejahtera

 

Palembang, 27 Mei 2014

 

Amanda Maida Lamhati saat sedang melukis tembok dengan lukisan gaya tiga dimensi bersama perupah terkenal daerah ini
Amanda Maida Lamhati saat sedang melukis tembok dengan lukisan gaya tiga dimensi bersama perupa terkenal daerah ini, Rudi dan Nasir. objek lukisan sendiri yakni rumah rakit, perahu kajang, sungai yang merupakan objek imaginatif namun beberapa masih dapat ditemui di daerah ini sebagai objek wisata air Kota Palembang

 

BIARKAN MUSI TETAP MENGALIR (2)

(Sajak Buat Sang Pejuang)

Oleh Amanda Maida Lamhati

Sekalipun langit Palembang terbelah Biarkan Musi tetap mengalir Dari ujung kaki hingga ujung kepala menjadi air mata yang menangisi duka kita yang mengental dalam kepalan semangat untuk terus melangkah

Terus tegakkan kepala karena petarung sejati tidak pernah mengenal kata “menyerah”

Sekali lancung ke depan pantang surut ke belakang

Sekali layar terkembang pantang kemudi putar haluan

Sekalipun langit Palembang menumpahkan darah hitam

Biarkan Musi tetap mengalir membasahi jiwa yang kering basuh dendam kesumat para pecundang karena kita adalah pejuang karena kita tetaplah pemenang

Bukit Besar 17 Juni 2014

BIARKAN MUSI TETAP MENGALIR (3)

(Sajak Buat Sang Pejuang)

Oleh Amanda Maida Lamhati

Langit Palembang pun terbelah

Tapi Musi akan tetap mengalir

Bulan terluka Di antara tiang-tiang kokoh Jembatan Ampera setiap denyut nadi memancarkan asa untuk tetap tegak sebagai laki-laki perkasa Senyummu yang aku kenal adalah kekuatan dahsyat yang lahir dari sebuah semangat membara Cahayanya masih tetap ada menerangi pekatnya duka kita

Maka ketika bulan terluka

 

 

Bukit Besar, 20 Juni 2014

 

banner selamat menunaikan ibada puasa

banner selamat menunaikan ibada puasa

banner selamat menunaikan ibada puasa

hari santri nasinonal

Tinggalkan Balasan