GESAHKITA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa perkasa di tengah volatilitas pasar global. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (11/12/2025) pukul 09.55 WIB, IHSG menguat 0,40% ke level 8.735,60.

Penguatan ini menambah performa positif IHSG yang sejak awal tahun (YTD) mampu melesat hingga 22,90%.

- Advertisement -

Namun, di tengah kenaikan indeks, aktivitas investor asing menunjukkan arah yang berbeda. Pada perdagangan Rabu (10/11/2025), terjadi aksi net sell (jual bersih) yang cukup besar, mencapai Rp126,27 miliar di pasar reguler. Secara akumulatif sejak awal tahun (YTD), net sell asing tercatat mencapai Rp43,08 triliun.

Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), rasio harga terhadap laba (Price to Earning Ratio / PER) IHSG berada di level 15,76x dan rasio harga terhadap nilai buku (Price to Book Value / PBV) 2,51x.

Volume dan Nilai Transaksi Tertinggi

Pada perdagangan Rabu (10/12/2025), sejumlah emiten mencatatkan volume dan nilai transaksi tertinggi. Terdapat kecenderungan pasar kini tidak lagi cenderung memilih saham berfundamental bagus, melainkan lebih fokus pada sentimen aksi korporasi dan likuiditas tinggi.

Emiten Volume Saham (Miliar)
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 21,01
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) 4,4
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 3,35
PT Sentul City Tbk (BKSL) 2,89
PT Humpuss Maritim International Tbk (HUMI) 2,71

Emiten Nilai Transaksi (Triliun Rupiah)
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 6,64
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp 1,81
PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Rp 1,58
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 1,58
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,15

Dengan volatilitas yang ada, investor disarankan untuk memasang strategi lebih tajam agar tetap mendapatkan keuntungan dari portofolionya.