GESAHKITA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada pembukaan perdagangan pekan pertama Februari, Senin (2/2/2026). Hingga pukul 10:40 WIB, indeks terjun bebas 4,35% ke level 7.935,41. Sentimen negatif global dan domestik memicu aksi jual masif yang membuat 630 saham terkoreksi tajam.
Statistik Pasar (Hingga 10:40 WIB)
-
IHSG: 7.935,41 (-4,35%)
- Advertisement - -
Saham Turun: 630 emiten
-
Saham Naik: 78 emiten
-
Nilai Transaksi: Rp9,77 triliun
-
Volume Transaksi: 16,46 miliar saham
Adapun ambruknya IHSG hari ini bersumber dari rontoknya harga emas acuan global pada akhir pekan lalu.
Kondisi ini menyeret hampir seluruh saham emiten tambang dan perdagangan emas di Indonesia ke zona merah dengan penurunan mendekati dua digit (double digit).
Selain itu, pasar mencermati faktor eksternal berupa partial shutdown pemerintah Amerika Serikat yang meningkatkan volatilitas pasar keuangan.
Agenda Ekonomi Penting Hari Ini
Pasar kini menunggu rilis data ekonomi krusial yang dapat menjadi arah pergerakan indeks dan rupiah ke depan:
-
Inflasi Januari 2026 (BPS): Konsensus memperkirakan inflasi melandai ke level 0,06% (mtm), turun signifikan dari Desember 2025 (0,64%) seiring normalisasi harga pangan.
-
Neraca Dagang (BPS): Surplus perdagangan Desember 2025 diprediksi melonjak ke US$ 5,05 miliar, jauh lebih tinggi dari capaian November (US$ 2,66 miliar).
-
PMI Manufaktur (S&P Global): Investor memantau apakah sektor manufaktur Indonesia mampu melanjutkan fase ekspansi setelah mencatat angka 51,2 pada Desember lalu.










