GESAHKITA – Sejumlah analis memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat (12/12/2025), rawan terkoreksi setelah mengalami pelemahan signifikan pada penutupan kemarin.
Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG mengalami pelemahan 0,92% atau 80,44 poin menjadi 8.620,48 pada Kamis (11/12/2025).
Pada perdagangan kemarin, sebanyak 201 saham menguat, sementara 500 saham melemah, dan 98 saham diperdagangkan stagnan.
Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp5.855,61 triliun.
Sementara, Saham-saham perbankan terpantau rontok pada perdagangan kemarin, di antaranya:
-
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): turun 0,40% menjadi Rp4.950
-
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): turun 0,93% menjadi Rp8.000
-
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): turun 1,09% menjadi Rp3.620
Di sisi lain, beberapa saham tambang mampu menguat, seperti TINS yang naik 1,32% menjadi Rp3.060 dan ENRG yang melaju 4,59% menjadi Rp1.480. Saham tambang milik konglomerat Happy Hapsoro, RAJA, juga menguat 1,17% menjadi Rp6.500.
Prediksi dan Rentang Pergerakan IHSG
Tim Analis MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berada di akhir wave [iii] dari wave 5. Analis melihat IHSG rawan terkoreksi lebih lanjut untuk menguji level 8.464-8.583 sekaligus menutup area gap tipisnya.
“Namun, worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (1) dan akan terkoreksi cukup dalam ke area 8.000an,” seperti dikutip dalam riset harian MNC Sekuritas, Jumat (12/12/2025).
Tim MNC Sekuritas juga memproyeksikan IHSG akan bergerak pada rentang:
-
Support: 8.553, 8.493
-
Resistance: 8.714, 8.821





