GESAHKITA – Nilai tukar rupiah di pasar spot menutup perdagangan Jumat (2/1/2026) dengan tren negatif. Mata uang garuda terpantau belum mampu keluar dari tekanan dolar Amerika Serikat (AS) dan berakhir melemah pada awal tahun ini.

Rupiah menutup perdagangan di level Rp16.725 per dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,23% dibandingkan posisi penutupan pada Kamis (1/1/2026) yang berada di level Rp16.687 per dolar AS.

- Advertisement -

Hingga pukul 15.00 WIB, mayoritas mata uang di Asia bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah terhadap the greenback. Berikut adalah perinciannya:

Kelompok Mata Uang yang Melemah:

  • Dolar Taiwan: Memimpin pelemahan di Asia dengan koreksi tajam 0,27%.

  • Rupee India: Terkoreksi 0,24%.

  • Yen Jepang: Tergelincir 0,08%.

  • Dolar Hong Kong: Tertekan 0,07%.

  • Dolar Singapura & Won Korea Selatan: Keduanya melemah tipis 0,03%.

Kelompok Mata Uang yang Menguat:

  • Baht Thailand: Menjadi mata uang terkuat di Asia dengan lonjakan 0,59%.

  • Yuan China: Menguat 0,1%.

  • Ringgit Malaysia: Naik 0,05%.

  • Peso Filipina: Menguat tipis 0,02%.