GESAHKITA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa gemilang pada debut perdagangan perdana tahun 2026. IHSG melesat 1,17% dan mendarat di posisi 8.748,13 pada perdagangan Jumat (2/1/2026).
Penguatan ini sekaligus menggenapkan kenaikan indeks sebesar 1,18% dalam rentang sepekan terakhir, meskipun perdagangan hanya berlangsung selama tiga hari akibat libur pergantian tahun.
Lonjakan indeks didorong oleh kepercayaan investor yang menguat, ditandai dengan aksi beli bersih (net buy) jumbo oleh investor asing.
Secara kumulatif di seluruh pasar, investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp4,38 triliun.
Aliran dana masuk paling besar terjadi di pasar negosiasi dan tunai yang mencapai Rp4,55 triliun, sementara di pasar reguler asing justru mencatatkan penjualan bersih tipis sebesar Rp170,96 miliar.
Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, menilai penguatan ini merupakan bagian dari reli regional Asia. Investor kembali melakukan aksi beli setelah sempat melakukan ambil untung (profit taking) pada akhir tahun 2025.
Kondisi ekonomi makro yang terjaga, dengan PMI Manufaktur di zona ekspansi 51,2 dan penurunan imbal hasil obligasi ke 6,05%, turut memperkokoh posisi tawar Indonesia di mata global.
Daftar Saham yang Dilepas Asing
Meski secara total mencatatkan beli bersih, investor asing terpantau melepas sejumlah saham unggulan (Blue Chip), terutama dari sektor perbankan, di pasar reguler.
Berdasarkan data Indo Premier, berikut adalah 10 saham dengan net foreign sell terbanyak pada pekan lalu:
-
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI): Rp1,76 triliun.
-
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI): Rp445,08 miliar.
-
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI): Rp247,3 miliar.
-
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN): Rp196,6 miliar.
-
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA): Rp159 triliun.
-
PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU): Rp118,7 miliar.
-
PT Capital Finance Indonesia Tbk. (CASA): Rp105,2 miliar.
-
PT Pacific Strategic Financial Tbk. (APIC): Rp101,3 miliar.
-
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO): Rp100,1 miliar.
-
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL): Rp75,5 miliar.
Optimisme Tahun Terobosan
Chief Economist IQI Global, Shan Saeed, menyebut lonjakan di awal tahun ini merupakan sinyal optimisme untuk menjadikan 2026 sebagai “tahun terobosan” bagi pasar modal Indonesia.
Konsensus saat ini memperkirakan pasar saham memiliki potensi kenaikan antara 8% hingga 10% sepanjang tahun 2026, didukung oleh permintaan domestik yang tangguh dan valuasi pasar yang masih menarik bagi investor internasional.










